Waskita Jual 2 Ruas Tolnya ke Investor Hong Kong untuk Kurangi Beban Utang

Waskita Jual 2 Ruas Tolnya ke Investor Hong Kong untuk Kurangi Beban Utang
Ruas tol Solo-Ngawi, salah satu ruas tol yang dijual Waskita Karya melalui Waskita Toll Road ke investor Hong Kong./Sumber: Waskita Karya

PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road berencana melakukan divestasi atas kepemilikan saham di ruas tol Solo-Ngawi dan ruas tol Ngawi-Kertosono ke investor asal Hong Kong. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan yang sudah direncanakan sejak tahun lalu, dimana perseroan akan melepas saham di 18 ruas tol untuk menekan utang yang hingga akhir 2018 lalu tercatat sebesar Rp64 triliun.

Dirut PT Waskita Toll Road (WTR) Herwidiakto menargetkan pada Agustus 2019 nanti dapat dicapai kesepakatan dengan investor asal Hong Kong. “Sekarang masih dalam proses negosiasi. Yang dari Hong Kong itu lebih serius,’’ ujarnya di Jakarta, kemarin, Kamis ((11/7).

Untuk kedua ruas tol itu, selain kepada investor asing, perseroan membuka penawaran kepada perusahaan dalam negeri untuk penjualan dua ruas jalan tol tersebut. Namun, kata dia, tawaran perusahaan dalam negeri masih di bawah investor Hong Kong. ’’Duitnya pas-pasan kalau dalam negeri.’’

Baca juga: Hingga Mei 2019 Waskita Karya Kantongi Kontrak Baru Senilai Rp7,2 Triliun

Lebih lanjut Herwidiakto mengatakan setiap tahunnya pihaknya akan mendivestasi dua ruas tol hingga ke-18 ruas tol terjual semua. ’’Dua-dua tiap tahun. Tahun depan dua. Belum tahu yang mana. Yang jelas ada 18 ruas jalan tol."

Sebelumnya, Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra menyatakan, langkah itu merupakan cara perseroan guna menjaga keuangan agar tetap sehat. Apalagi, bisnis utama perseroan sebenarnya adalah kontraktor, bukan operator tol. ’’Kalau divestasi enggak jalan, Waskita tidak mampu lagi investasi karena strategi awal masuk tol bukan sebagian operator tol, melainkan developer,’’ ujarnya.

Meski demikian, agar tidak bermasalah, ruas tol yang akan dijual emiten dengan kode dagang WSKT tersebut adalah ruas tol yang sudah 100% selesai dibangun. Waskita juga akan jemput bola dengan melakukan road show ke beberapa negara yang memiliki pembeli potensial seperti Dubai, Prancis, maupun Hong Kong untuk menawarkan divestasi ruas tol.

Untuk kinerja keuangan, melalui divestasi saham di perusahaan jalan tol, perseroan juga berniat menekan utang dari Rp64 triliun pada 2018 menjadi Rp60 triliun pada 2019.

Jual 18 ruas tol

Tahun lalu PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berencana untuk menjual 18 ruas tol-nya. Langkah divestasi jalan tol ini demi melunasi utang-utangnya.  Divestasi jalan tol jadi skema pelunasan utang PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Di samping itu, aksi korporasi ini dilakukan mengingat arah bisnis Waskita Karya yang bukan sebagai operator jalan tol. "Waskita Karya itu membangun jalan tol itu bukan menjadi operator, tetapi sebagai developer," tegas I Gusti Ngurah Putra.

Soal utang, pihak Waskita mengatakan selain divestasi, terdapat skema lain untuk menutupi utang Waskita Karya. Salah satunya adalah dengan menggunakan piutang proyek turnkey sebesar Rp7,247 triliun. Ada pula utang yang digunakan untuk proyek pemerintah. Utang tersebut digunakan untuk membayar pembebasan lahan.

Berdasarkan skema yang dibuat oleh Waskita Karya, terdapat piutang senilai Rp44,453 triliun untuk menutupi kredit tunai perusahaan. Piutang tersebut didapatkan dari piutang proyek dan piutang dana talangan pembebasan lahan ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Ditambah dengan operasional dan divestasi jalan tol sebelumnya, Waskita Karya akan mendapat Rp61,72 triliun. Angka tersebut senilai dengan total pinjaman yang telah dipakai oleh Waskita Karya.

Baca juga: Waskita Karya Pastikan Tahun Ini Garap Proyek Infrastruktur di Manila dan Mekah