Wamen BUMN, Budi Gunadi Sadikin Resmikan Pabrik CO2 Cair Milik Pupuk Kujang

Wamen BUMN, Budi Gunadi Sadikin Resmikan Pabrik CO2 Cair Milik Pupuk Kujang
Peresmian pabrik CO2 cair milik Pupuk Kujang (Sumber: dok. Pupuk Indonesia)

PT Pupuk Kujang yang merupakan anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) meresmikan pabrik karbondioksida (CO2) cair berkapasitas 50.000 ton per tahun. Pabrik yang berlokasi di Cikampek tersebut diresmikan pada Sabtu, 7 November 2020 oleh Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin disaksikan oleh jajaran direksi dari perusahaan terkait.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan kesepakatan bersama Offtake CO2 cair antara PT Pupuk Kujang dengan PT Samator Gas dan PT Purnabuana Yudha. 

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman, optimis produk turunan yang dikembangkan Pupuk Kujang ini akan meningkatkan daya saing. Terlebih pangsa pasar untuk produk CO2 cair masih sangat terbuka lebar. 

“Hal ini sejalan dengan program kerja Pupuk Indonesia untuk lebih fokus pada diversifikasi produk yang dapat meningkatkan daya saing,” kata Bakir Pasaman dalam rilis resmi perusahaan, 10 November 2020.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Kujang Maryadi menjelaskan bahwa keberadaan pabrik ini memang bertujuan untuk memanfaatkan gas ekses dari proses produksi pabrik Kujang 1A dan 1B. Sehingga, terbentuklah produk CO2 cair yang memiliki nilai jual lantaran bisa digunakan oleh industri lainnya. 

Produk akhir pabrik berupa CO2 murni standard food grade ini sangat diperlukan oleh berbagai jenis industri. 

"Dalam industri makanan dan minuman misalnya, CO2 murni digunakan untuk pembuatan minuman berkarbonasi, pengawetan makanan perikanan dengan dry ice, serta pemutihan gula," terang Maryadi.

Ia menambahkan bahwa selain industri makanan, CO2 murni ini juga bisa digunakan dalam industri manufaktur. Misalnya saja untuk pengelasan, pemutihan kertas, fumigasi pada sektor pertanian dan secondary oil recover. 

Pabrik CO2 cair milik Pupuk Kujang ini dibangun dengan nilai investasi sebesar 7,4 dollar AS atau sekitar 1,04 triliun rupiah (kurs 14.000 rupiah). Berdiri di atas lahan seluas 1500 meter persegi, pabrik mulai dikerjakan pada awal tahun 2019. 

Pabrik CO2 cair ini dibangun oleh kontraktor EPC PT Rekayasa Industri dan telah berhasil rampungkan proses pembangunan pada 15 Oktober 2020 lalu. “Meskipun di tengah pandemi, semangat sinergi antara PT Pupuk Kujang & PT Rekayasa Industri dalam pembangunan pabrik CO2 cair dapat terselesaikan dengan baik" tutup Maryadi.

Baca juga: Luncurkan Platform Digital PaDi UMKM, Erick Thohir Minta BUMN Prioritaskan UMKM