VP Business Support Badak NGL, Bambang Prijadi: Work Smarter-Think Harder

VP Business Support Badak NGL, Bambang Prijadi: Work Smarter-Think Harder
VP Business Support Division PT Badak NGL Bambang Prijadi (Anita-Upperline)

Dua puluh enam tahun lalu, tepatnya tahun 1992, pertama kalinya Bambang Prijadi menginjakkan kaki di Bontang, Kalimantan Timur. Pengalamannya selama setahun sebagai Senior Auditor di Caltex Pacific Indonesia pada waktu itu menggiring langkah jebolan Universitas Airlangga, Surabaya itu untuk meniti karir di PT Badak NGL. Badak adalah salah satu produsen gas alam cair (Liqufied Natural Gas) terbesar di Indonesia yang mengekspornya ke Jepang.

Bambang mengawali karirnya di perusahaan tersebut sebagai Senior Auditor, terhitung sejak 1992 hingga tahun 2008. Namun siapa sangka tulisan "Work Smarter, Think Harder" yang bertengger di ruang atasannya, membuat Bambang muda terinspirasi hingga karirnya terus melesat.

"Ketika pertama kali saya masuk Badak, ada tulisan Work Smarter, Think Harder. Saya berpikir, kenapa begitu ya. Biasanya kan, Work Harder, Think Smarter. Kok dibalik ya?," ujar Bambang di ruang kerjanya kepada Upperline, 31 Januari 2018. 

Berangkat dari situ, Bambang mulai menerapkan kata-kata motivasi tersebut dalam kesehariannya. Berbekal motivasi itu ia berhasil survive meski berulang kali dipindah departemen. Tercatat selama 26 tahun enam bulan Bambang berkarir di PT Badak LNG, ia telah berpindah-pindah ke beberapa bagian. Sebut saja Human Resouces Department, keuangan dan Information Technology pernah ditekuni Bambang selama berkarir di sana.

Bambang meniti karir di Badak sebagai Senior Auditor sejak September 1992 hingga 2008. Dari situ karirnya menanjak menjadi Manager Employee Relation HRD, Manager Manpower Planning and Organization dan Assistant to Senior HRD pada tahun 2011.

Dari HRD, Bambang loncat menjadi Manager Acoounting pada Juni 2011-2012 hingga akhirnya berhasil menjadi Senior Manager Accounting Operation and Control pada periode Juni 2012 hingga Juni 2017. Dari urusan akunting, ia merambah ke bidang IT dengan menjabat Senior Manager IT mulai Juni 2017-Maret 2018.

"Saya senang dikasih kerjaan, dan ternyata saya sadar, saya cepat belajar. Saya suka tantangan baru di setiap departemen. Saya merasa, saya bukan saingan bagi teman-teman," ujar pria yang memiliki hobi bersepeda itu.

Selain menerapkan falsafah work smarter, think harder, Bambang juga menganut paham "asyik-asyik" saja dalam menjalankan tugas. Semua dilakoninya dengan serius tapi santai, stres pun menjadi musuh utama baginya. Dengan demikian, bekerja jadi lebih nyaman dan maksimal.

"Saya itu kerja tidak ada stresnya kok. Saya sering dipindah-pindah tapi saya senang saja. Kerja asyik saja," tegasnya.

Dalam bekerja, Bambang juga menekankan perlunya inovatif dan problem solving. Dengan demikian, apapun masalahnya diyakini Bambang dapat terselesaikan. Hal ini pulalah yang membuat Bambang dan juga kultur kerja di Badak NGL sangat menghargai adanya inovasi. 

"Kalau ke teman atau anak buah, saya tekankan agar inovatif. Untuk saya, jangan berargumentasi, jangan bilang dulu kan prosedurnya begini. Pasti saya respon, baiknya bagaimana, apa inovasi yang bisa diterapkan," jelas Bambang.

Bambang pulalah yang tak segan-segan untuk mengubah aturan jika memang ternyata sudah dianggap tidak aplikatif lagi. Namun jika memang aturan lama masih sesuai dan valid, maka harus tetap ditegakkan.

"Aturan itu kita yang bikin, kita juga bisa mengubahnya. Aturan itu bukan kitab suci. Tetapi, kalau memang aturan lama memang masih bagus, ya sudah, laksanakan. Tapi jangan takut melakukan inovasi," jelasnya.

Maret 2018 hingga kini, Bambang didapuk menjadi VP Business Support Division PT Badak NGL. Ketika ditanya apakah ada resep pamungkasnya sehingga berhasil menjadi salah satu pimpinan di perusahaan terkemuka, dengan berkelakar Bambang menjawab, "Nasib aja kali."

Baca juga: Dwi Soetjipto: Berlabuhnya Best Asia CEO di SKK Migas