Upaya Berlapis Pertamina Tahan Tumpahan Minyak Sumur YYA-1 yang Bocor di Laut Karawang

Upaya Berlapis Pertamina Tahan Tumpahan Minyak Sumur YYA-1 yang Bocor di Laut Karawang
Infografis update penanganan kebocoran sumur YYA-1 (Sumber: dok.PHE)

Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) menggunakan strategi proteksi berlapis untuk menahan tumpahan minyak Sumur YYA-1. Pertama, PHE ONWJ telah melakukan pengeboran untuk menutup sumur secara permanen (Relief Well). Proses penanganan kontrol sumur tersebut saat ini sudah mencapai kedalaman 1.680 meter atau 5.512 feet.

Selain Relief Well, PHE ONWJ berusaha melokalisasi tumpahan minyak dengan pengoperasian static dan moveable oil boom. “Pemasangan dan pengoperasian static oil boom pada lapisan utama sudah mencapai total panjang 4.450 meter,” ungkap Ifki Sukarya, VP Relations Pertamina Hulu Energi (PHE).

Konfigurasi full circle ini sudah hampir menutup penuh anjungan YYA dan dipasang dengan memperhatikan arah angin dan arus. Dari konfigurasi lingkaran tersebut, terdapat beberapa bukaan untuk akses masuk dan keluarnya kapal skimming.

Sebagai tambahan pengoperasian, telah terpasang 400 meter static oil boom pada layer kedua, 600 meter moveable oil boom di sekitar area anjungan YYA serta 400 meter oil boom di sekitar area FSRU Nusantara Regas.

Baca juga: PHE ONWJ Percepat Pengeboran Relief Well Sumur YYA-1

Sementara itu, untuk menampung langsung tumpahan minyak, PHE ONWJ telah menempatkan tendon fluida di bawah anjungan YYA. Penampungan tersebut menggunakan floating storage yang ditarik oleh dua kapal.

“Dengan posisi di bawah anjungan ini memudahkan untuk menampung langsung tumpahan minyak. Kami harapkan, langkah ini mengurangi volume tumpahan minyak ke permukaan laut,” ujar Ifki. Ia menambahkan bahwa metode ini berhasil menampung sekitar 5.000 liter minyak mentah per hari, di mana setelahnya minyak akan akan dipindahkan ke kapal penampung.

Upaya lain yang dilakukan oleh PHE ONWJ adalah melakukan penyedotan ceceran minyak menggunakan skimmer dan slurry pump. PHE ONWJ mengoperasikan 3 unit skimmer ditambah  pengoperasian 1 slurry pump yang telah tiba di lokasi dan telah digunakan. Hampir sama dengan skimmer, slurry pump ini bertujuan untuk memaksimalkan penyedotan minyak dan kemudian ditempatkan di IBC Tank.

Untuk menangani ceceran minyak di laut ini, PHE ONWJ mengerahkan 48 kapal, 2.689 personel, menggelar total 5.850 meter oil boom di offshore (lepas pantai) dan 3.660 meter oil boom di onshore (pesisir).

Baca juga: Seperti ini Cara Pertamina Tangani Peristiwa Gelembung Gas di Anjungan YY