Uang Elektronik Cikal Bakal LinkAja

Uang Elektronik Cikal Bakal LinkAja
Ilustrasi Upperline

Bisnis fintek semakin marak di Indonesia, terlebih setelah hadirnya tren pembayaran via QR Code. Beberapa perusahaan telah mencoba peruntungannya, dan ternyata masyarakat Indonesia, terutama di kota besar, tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi.

Belakangan ini, santer terdengar kabar bahwa akan ada pendatang baru di kancah dompet digital berbasis QR Code, yang bernama LinkAja. LinkAja akan segera meluncur akhir Februari nanti menemani Gojek dan OVO serta aplikasi lainnya.

LinkAja sebetulnya tidak benar-benar baru. Beberapa lembaga perbankan besar milik negara yang tergabung dalam HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara) bertanggung jawab atas munculnya produk ini. Mereka adalah Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI dan Bank BTN. Tidak tanggung-tanggung, mereka juga menggandeng Telkomsel dan Pertamina untuk bergabung dalam koalisi tersebut.

Dengan penggabungan tersebut, otomatis produk serupa yang sudah dimiliki pendirinya melebur menjadi satu. Sebut saja Tcash milik Telkomsel, Yap! milik BNI, MyQR milik BRI dan uang elektronik server-based lainnya.

Uang Elektronik pendiri LinkAja yang merupakan server-based:

TCASH Telkomsel

 

 

 

 

Tcash diluncurkan pada 9 Januari 2007. Dompet digital besutan Telkomsel ini cukup popular di Indonesia, terutama bagi pengguna provider pelat merah tersebut. Dilansir dari dailysocial.id, Tcash disebut sebagai fintek terpopuler ketiga di Indonesia, yang digunakan 55,52% responden dalam riset yang mereka lakukan.

Hingga akhir 2018, Tcash telah dipakai oleh lebih dari 30 juta pengguna dengan jumlah transaksi mencapai 20 juta transkasi per bulan. Tcah menawarkan dua cara pembayaran, bisa dengan tap dan juga snap. Tap menggunakan teknologi near-field communication (NFC) sehingga pengguna harus memiliki sticker yang nantinya dipergunakan untuk proses pembayaran.

Alternatif pembayaran kedua adalah dengan snap melalui QR Code atau barcode. Menggunakan cara pembayaran ini, pengguna cukup mengunduh aplikasi T-Wallet dan kemudian scan QR Code dari merchant.

TCash yang awalnya dikhususkan bagi pengguna Telkomsel, kini sudah terbuka bagi semua operator. Aplikasi ini menawarkan berbagai kemudahan transaksi pembayaran dan sering memberikan promo. Tidak heran jika aplikasi ini cukup diminati.

Yap!  BNI

 

 

 

 

 

 

 

Yap! hadir meramaikan pasar sistem pembayaran dengan QR Code mulai 26 Januari 2018. Meski terbilang baru, Yap! sudah memiliki banyak pengguna. Pada kuartal ketiga tahun 2018, jumlah pengguna sudah mencapai 400 ribu orang.

BNI memang cukup gencar mempromosikan produk tersebut, salah satunya melalui ajang Asian Games 2018. Bank yang berkantor pusat di bilangan Sudirman tersebut menjadi Official Prestige Digital Banking Partner Asian Games 2018.

Dikutip dari Kontan, Yap! berhasil membukukan transaksi rata-rata 3 milliar rupiah per hari (data September 2018-red). Seperti halnya Tcash, sistem pembayaran Yap! juga menggunakan sistem QR Code. Aplikasi ini pun memberikan berbagai penawaran diskon dan promo. Sejauh ini, sudah 15.000 merchant menerima pembayaran dengan Yap!

BRI MyQR

 

 

 

 

 

 

MyQR baru diluncurkan kuartal tiga tahun 2018. Namun, nominal transaksi hingga akhir tahun 2018 telah mencapai 24 milliar rupiah dengan jumlah transaksi sebanyak 4 juta. MyQR memliki sumber dana yang berasal dari Tbank dan hingga saat ini sudah bekerja sama dengan 130 merchant.

Tbank BRI

Jika Anda pernah mendengar rekening ponsel, maka Tbank ini adalah salah satunya. Tbank dibangun sebagai kolaborasi dengan PT Telkom sebagai perseroan provider nomor seluler. Intinya, pengguna Telkomsel dapat mendaftar rekening ponsel tanpa harus menjadi nasabah atau memiliki rekening BRI.

Tbank diluncurkan pada Juni 2013 dengan tujuan untuk menjangkau “unbankable people” agar dapat menikmati produk perbankan tanpa harus menjadi nasabah. Tbank bahkan bisa diakses dengan ponsel basic dengan cara menelpon pada USSD Menu Browser (UMB) tertentu.

Mandiri e-cash

Hampir mirip dengan Tbank milik BRI, Mandiri e-Cash adalah rekening yang berbasis nomor ponsel. Pengguna e-Cash dapat melakukan transfer, tarik tunai atau pembayaran melalui rekeningnya. Di samping kita tak harus menjadi nasabah Mandiri untuk mendaftar e-Cash, kita juga bisa tetap mendaftar meski tak memiliki smartphone.

Capaian e-Cash terbilang cukup besar. Hingga kuartal tiga 2018, jumlah pengguna e-cash mencapai 4,9 juta dengan jumlah transaksi sebanyak 2,49 juta transaksi.

Baca juga: LinkAja Segera Meluncur Temani Ovo dan Go-pay

Tidak Hanya Membidik QR Code

LinkAja rupanya bukan hanya sebatas pembayaran dengan sistem QR Code. Nantinya, seluruh platform pembayaran digital HIMBARA akan berubah menjadi satu merek saja yaitu, LinkAja. General Manager eBanking PT Bank Negara Indonesia, Anang Fauzie, mengungkapkan bahwa tahap awal integrasi akan memprioritaskan uang elektronik server-based.

Sedangkan uang elektronik card-based akan diintegrasikan di tahap berikutnya, dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan teknologi dari merchant terkait. Dengan begitu, beberapa produk card-based seperti BRIZZI (BRI), e-money (Mandiri) dan TapCash (BNI) nantinya akan berubah menjadi LinkAja.

Uang Elektronik milik Himbara yang merupakan card-based:

BRIZZI

 

 

 

 

 

 

Bank BRI mengeluarkan produk card-based ini di tahun 2010. Hingga pertengahan tahun 2018, jumlah kartu yang beredar telah mencapai 10,6 juta. Sedangkan dalam kurun waktu Januari hingga Juli 2018, jumlah nominal transaksi mencapai 1,9 Triliun rupiah.

Para pengguna memakai kartu ini untuk berbelanja di swalayan, membayar transportasi umum dan juga membership card.

Mandiri e-money

Dibandingkan dengan kartu terbitan Bank BUMN lainnya, produk Mandiri ini memiliki jumlah pengguna paling besar. Terhitung hingga akhir 2018, jumlah kartu yang diterbitkan mencapai 16 juta. Jumlah transaksinya pun cukup fantastis, dalam kurun waktu 1 tahun di 2018, nominal transaksi mencapai 13,4 Triliun dengan 1,1 miliar transaksi.

Menurut Jasmin, SEVP Consumer and Transaction Bank Mandiri, sumbangan terbesar dari jumlah transaksi tersebut berasal dari sektor transportasi yakni mencapai 94%. Mandiri E-Money telah bekerja sama dengan 45 ribu merchant dan dapat ditop-up di 60 ribu lokasi.

Tapcash BNI

 

 

 

 

 

 

Kartu Tapcash BNI yang beredar hingga akhir tahun 2018 berjumlah 4,5 juta kartu. Adapun data November 2018 menyebutkan bahwa nominal transaksi kartu ini mencapai 350 miliar rupiah dengan 32 juta transaksi. Tapcash pun sudah bekerja sama dengan 40 ribu merchant.

Aplikasi LinkAja yang akan meluncur sebentar lagi, adalah transformasi dari Tcash milik Telkomsel. Kelak, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) yang merupakan perusahaan bentukan Telkomsel akan mengelola platform tersebut.

Baca juga: BUMN Bersatu Bikin Sistem QR Code Payment