Turun 29,2%, Peruri Torehkan Laba Bersih Rp288 Miliar di 2018  

Turun 29,2%, Peruri Torehkan Laba Bersih Rp288 Miliar di 2018  
Peruri menorehkan laba bersih sebesar 288 miliar rupiah di tahun 2018. (Sumber: Peruri)

Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 29,22% di angka 288 miliar rupiah di tahun buku 2018. Pendapatan usaha konsolidasi juga turun 8,1% di angka 3,20 triliun rupiah. Sedangkan laba usaha konsolidasi tercatat lebih rendah 10,11% di angka 448 miliar rupiah. 

“Kinerja Peruri setiap tahun memang fluktuatif karena kinerjanya sangat bergantung kepada penugasan pencetakan uang dari Bank Indonesia. Perlu kami informasikan bahwa kontribusi cetak uang terhadap kinerja Peruri adalah antara 60% sampai dengan 70%," ujar Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya, 11 Juni 2019.

Korporasi juga mencatat EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) margin konsolidasi sebesar 24,10%, turun 4,74% dibandingkan 2017 yang mencapai 25,30%. Total aset tercatat sebesar 5,05 triliun rupiah, naik 8,36% jika dibandingkan dengan 2017.

Pendapatan perusahaan dikontribusi oleh pencetakan uang rupiah sebesar 64,24%, pita cukai sebesar 9,05%, paspor & buku sebesar 7,29%, meterai sebesar 4,60%, dokumen pertanahan sebesar 0,89% dan sisanya adalah dokumen lainnya.

Dividen Peruri kepada negara untuk tahun buku 2018 ditetapkan oleh Menteri BUMN sebesar 64,9 miliar rupiah atau 23% dari laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk.

Baca juga: Optimalisasi Aset, Peruri Berdayakan Generasi Milenial Garap M Bloc

"Penjualan 2018 mengalami penurunan proposional dengan perolehan pesanannya terutama pada pesanan produk uang NKRI dikarenakan di awal tahun masih menyelesaikan carry over pesanan sebelumnya. Inilah saatnya Peruri bangkit dan semakin berkembang di tengah persaingan global yang semakin ketat.” jelas Dwina.

Peruri Menuju Bisnis Digital 

Pada 2018, Peruri tercatat  mengakuisisi perusahaan pencetak kartu (smart card) PT Cardsindo Tiga Perkasa yang menjadi anak perusahaan PT Peruri Digital Security (PDS). Hal itu dilakukan guna mengantisipasi perubahan iklim bisnis yang mengarah ke era digital, ujar Dwina. 

Perusahaan ini melayani pencetakan kartu operator telekomunikasi dan juga kartu perbankan sehingga hal tersebut menjadi peluang bagi Peruri untuk mengembangkan bisnis baru.

Dalam rangka memperkuat PDS menjalankan bisnisnya, Peruri telah membentuk Strategic Business Unit (SBU) Digital Security pada pertengahan 2018 untuk mempercepat pelayanan kebutuhan instansi pemerintah menerapkan digitalisasi. 

Pendekatan kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Pajak, Pita Cukai dan Pertanahan sudah dilakukan untuk memberikan total solution di bidang servis digital. Hingga saat ini, beberapa produk digital Peruri sudah diluncurkan yaitu Peruri Sign, Peruri Code, Peruri Trust dan Peruri Tunai.

Baca juga: Peruri Ekspor Kembali Buku Paspor ke Sri Lanka