Tumbuh 25,1%, BNI Syariah Bukukan Laba Bersih Rp275 Miliar

Tumbuh 25,1%, BNI Syariah Bukukan Laba Bersih Rp275 Miliar

PT BNI Syariah berhasil mencatatkan kinerja positif hingga Agustus 2018 dengan membukukan laba bersih Rp275 miliar atau tumbuh 25,1% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp219 miliar. Untuk tahun ini, Perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp406,2 miliar.

“Pencapaian laba karena ekspansi pembiayaan secara tahunan bertumbuh sebesar 17,68% mencapai Rp26,6 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 21,9% year on year menjadi Rp33,08 triliun,” ujar Direktur Bisnis BNI Syariah, Dhias Widhiyati, dalam keterangannya yang dilansir dari Kontan.co.id, Minggu (30/9/2018).

Menurut Dhias, kinerja DPK BNI Syariah didominasi oleh dana murah atau current account saving account (CASA). Hingga Agustus 2018, rasio CASA mencapai 52,8%. Kondisi ini membaik dibandingkan posisi yang sama tahun lalu di mana CASA hanya 48,9%.

“Pertumbuhan pembiayaan di satu sisi diikuti dengan pertumbuhan dana murah memberikan dampak terhadap peningkatan NII secara tahunan sebesar 13,9%,” jelas Dhias.

Sementara itu kinerja gemilang yang berhasil ditorehkan ole BNI Syariah, berimbas pada prestasi dengan kembali menerima penghargaan sebagai bank syariah terbaik dalam kategori The Most Reliable Bank dan The Most Efficient Bank kategori Bank Syariah Aset, dalam ajang Indonesia Banking Award 2018 di Jakarta Selatan, Rabu malam (26/9/2018) lalu. Di mana aset Perseroan tercatat di atas Rp10 triliun selama lima tahun berturut-turut.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, mengatakan bahwa penghargaan yang diberikan ini, sebagai bentuk apresiasi kepada institusi perbankan yang mampu menampilkan kinerja handal (reliable) karena memiliki konsistensi baik di tengah kondisi perekonomian yang belum stabil dilihat dari sisi keuangan, performa bisnis, serta tingkat effisiensi dan layanan.

“Penilaian didasarkan kepada laporan keuangan tahun 2017 dari berbagai aspek, yaitu rasio permodalan, kualitas aset, efisiensi operasional perusahaan (BOPO), likuiditas, pendapatan serta keuntungan bank,” ujar Firman, seperti dikutip dari Indopos.co.id, Minggu (30/9/2018).

BNI Syariah menunjukkan pertumbuhan kinerja tahun 2017 yang positif di atas rata-rata industri perbankan syariah, di mana tercatat Laba bersih naik 10,6% (yoy) dari Desember tahun 2016 sebesar Rp277,37 miliar mencapai Rp306,68 miliar di Desember 2017.

Tercatat di Desember 2017, aset BNI Syariah mencapai Rp34,82 triliun atau naik sebesar 23,0% (yoy) dari Desember 2016, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 19,0%.