Triwulan II 2019, BNI Syariah Catatakan Kinerja Positif

Triwulan II 2019, BNI Syariah Catatakan Kinerja Positif
Ilustrasi, Jajaran direksi BNI Syariah/Sumber: BNI Syariah

Hingga triwulan II 2019, BNI Syariah mencatatkan pertumbuhan positif dengan membukukan aset sebesar Rp42,49 triliun dan laba bersih sebesar Rp315,27 miliar.

Menurut Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo dalam keterangan resmi, Jumat 26 Juli 2019 dijelaskan, laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan yang sehat dan rasio dana murah yang optimal.

Tercatat, per Juni 2019, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp31,66 triliun, tumbuh 26,03% atau sebesar Rp6,54 triliun (yoy) dengan komposisi pembiayaan yang seimbang dimana pada triwulan II tahun 2019, segmen Konsumer dengan kontribusi sebesar Rp14,53 triliun menyumbang 45,90%, diikuti segmen Komersial sebesar Rp9,14 triliun (28,88%), segmen Kecil dan Menengah Rp5,94 triliun (18,77%), segmen Mikro Rp1,69 triliun (5,34%), dan Hasanah Card Rp352,61 miliar (1,11%).

Dari sisi penyaluran pembiayaan, BNI Syariah berusaha menjaga nilai rasio Non Performing Financing (NPF) sebesar 3,03 persen, dengan tetap menjaga tingkat pencadangan pembiayaan yang memadai dengan Coverage Ratio di angka 91,39%.

Baca juga: BNI Syariah Hadirkan Transaksi Wakaf Tunai Syarikat Islam

Selain pembiayaan, pertumbuhan yang positif juga ditunjukkan melalui kapabilitas BNI Syariah dalam menghimpun DPK. Hingga triwulan II 2019, penghimpunan DPK sebesar Rp36,32 triliun, naik 12,13% yoy sebesar Rp3,93 triliun dengan jumlah nasabah lebih dari 3,2 juta. Komposisi DPK didominasi oleh dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai 63,48%.

Dengan beberapa strategi yang telah dilakukan, BNI Syariah dapat menunjukkan tingkat profitabilitas yang baik yang ditunjukkan dengan rasio Return on Equity (ROE) mencapai 14,62% atau naik 4,11% dibanding periode sama 2018 10,51%.

Sementara itu, dalam mendukung terbentuknya ekosistem halal di Indonesia, BNI Syariah yang mengangkat value proposition Hasanah Banking Partner, terus menjalin kerja sama, salah satunya Pelatihan Manajemen Masjid (PMM) “Masjidku Hasanahku” yang telah diselenggarakan sejak tahun 2018.

“Tujuan program PMM “Masjidku Hasanahku” adalah meningkatkan peranan masjid sebagai pusat aktifitas keumatan, baik untuk kegiatan pendidikan, pembinaan, pembentukan karakter, dan aspek lainnya,” ujar Abdullah Firman Wibowo.

Melalui program ini, BNI Syariah berharap masjid yang ada dapat digunakan sebagai sarana mencerdaskan dan sebagai pusat kegiatan umat agar lebih produktif, antara lain melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sejak diluncurkan pada tahun 2018 sampai Juni 2019, Pelatihan Manajemen Masjid telah dilaksanakan di 18 kota dengan jumlah peserta sebanyak 3.821 takmir dari 2.207 masjid. Dana masjid yang telah dikelola oleh BNI Syariah sekitar Rp50 Miliar.

BNI Syariah menargetkan, hingga akhir tahun 2019 Pelatihan Manajemen Masjid diadakan di 30 kota dengan peserta sebanyak 6.000 takmir dari 3.000 masjid.

Baca juga: BNI Syariah Raih Service Quality Award 2019