Tips Jadi Entrepreneur ala Bos Bukalapak: Jangan Berbisnis Kalau Cuma Mengejar Materi

Tips Jadi Entrepreneur ala Bos Bukalapak: Jangan Berbisnis Kalau Cuma Mengejar Materi
Achmad Zaky, dalam acara Hijup Talk di Halal Park, Senayan

Membangun bisnis itu seharusnya seperti bermain game. Ketika kita seneng dengan suatu permainan, kita akan betah berlama-lama memainkannya. Lalu ketika tantangan datang, kita tidak lantas beralih ke game lainnya melainkan dengan penuh semangat memecahkan tantangan tersebut.

Begitulah paradigma yang selama ini diterapkan Achmad Zaky dalam membangun bisnisnya. Dengan semangat tersebut, ia berhasil membawa Bukalapak menjadi salah satu pemain e-commerce terbesar di Indonesia dan mendapat sebutan Unicorn.

Bukalapak bermula dari keresahan yang ia rasakan tentang para pelaku UKM di kampungnya yang kesulitan untuk menjangkau konsumen. Berbekal keahlian tentang teknik informatika yang ia pelajari saat kuliah di Institut Technologi Bandung, ia pun bertekad memulai Bukalapak.

“Sebelum kita memulai sebuah bisnis, kita harus memiliki “strong why”. Jangan berbisnis kalau hanya mengejar materi,” ungkap Zaky. Ia menambahkan bahwa itulah yang membuat ia tetap mempertahankan Bukalapak ketika startup tersebut hampir saja tutup di akhir tahun 2010.

Ketika itu situasi sedang sulit. Laba tak kunjung datang dan partnernya juga hampir menyerah. Namun kemudian ia mengingat alasan mengapa ia membangun Bukalapak. Ada 10 ribu pelaku UKM yang bergantung pada e-commerce tersebut.

Baca juga: Bank Mandiri Kolaborasi dengan Bukalapak Salurkan Pembiayaan UMKM

Bukalapak sendiri ia bangun tanpa modal besar dan hanya mengandalkan keterampilan coding-nya. Kala itu, ia berpartner dengan temannya satu almamater, Muhamad Fajrin Rasyid. Mereka menyewa satu kamar kos di daerah Nawi untuk operasional.

Di tahun pertama berdirinya Bukalapak, Zaky mengaku belum mendapatkan keuntungan. Hingga akhirnya ia terus berjuang untuk mencari investor. Setelah bertemu investor yang percaya dengan masa depan Bukalapak, kondisinya semakin membaik. Jumlah pelapak makin berkembang dan bahkan nilai transaksi yang dikelola Bukalapak bisa mencapai 5 triliun rupiah per bulan. Jumlah tersebut terus meningkat setiap tahunnya.

Kepada siapa pun yang ingin memulai bisnis, Zaky menyarankan agar mereka menemukan ikigai-nya masing-masing terlebih dahulu. Ikigai itulah yang membuat sebuah bisnis bisa berjalan.

“Seperti filosofi Jepang, Ikigai. Pertama kita harus menemukan apa yang bisa membuat kita bahagia, kemudian dihubungkan dengan apa yang kita bisa dan harus ada pasarnya,” ungkapnya.

Tentunya, berbisnis juga tidak akan lepas dari persaingan. Salah satu kunci untuk menang dalam persaingan tersebut adalah memiliki diferensiasi produk. Dengan begitu, pesaing tidak melulu kita anggap sebagai musuh.

Hubungan dengan pesaing tidak hanya sebatas competition tetapi lebih kepada coopetition. Ada sharing manfaat yang diperoleh dari langkah bisnis yang dilakukan oleh pesaing. Begitu pula sebaliknya, pesaing bisa mendapatkan keuntungan dari keberadaan bisnis kita.

Baca juga: Kunjungi Bukalapak dan Tiket, Bank Muamalat Siap Adopsi Model Bisnis StartUp