Tingkatkan Rasio Elektrifikasi, PLN Siapkan Infrastruktur Listrik di NTT

Tingkatkan Rasio Elektrifikasi, PLN Siapkan Infrastruktur Listrik di NTT
PLN Siapkan Infrastruktur Listrik di NTT/Sumber: PLN

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berupaya mempercepat Rasio Elektrifikasi (RE) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang saat ini masih di bawah 90%.

Peningkatan RE khususnya di NTT dilakukan dengan memberikan sambungan gratis kepada 11.000 Kepala Keluarga tidak mampu yang masuk dalam Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin milik Kementerian Sosial yang dikelola bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Djoko Abumanan, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara PLN menjelaskan, banyak tantangan yang dihadapi untuk membangun infrastruktur kelistrikan di NTT.

“Daerahnya merupakan kepulauan dan pegunungan, harus melewati lembah, dan beberapa desa terletak di lereng-lereng bukit, sehingga untuk mengangkut material listrik (tiang, kawat dan trafo) membutuhkan waktu tersendiri karena ada yang diangkut dengan gotong-royong,” jelas Djoko Abumanan dalam keterangan resmi, Senin 13 Mei 2019.

Adapun salah satu kendala yang dihadapi PLN dalam merealisasi penyambungan listrik gratis adalah ketidaktersediaan jaringan tegangan rendah di dekat rumah calon pelanggan.

Untuk itu tak hanya menyambung listrik, PLN juga menambahkan infrastruktur baru berupa Jaringan Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah, serta Trafo Distribusi.

Baca juga: Gandeng Babinsa, PLN Recovery Kelistrikan Bengkulu

Meskipun demikian, PLN optimis penyambungan 11.000 KK di Nusa Tenggara Timur ini bisa terealisasi pada akhir tahun 2019. Dengan penyambungan listrik gratis, maka masyarakat miskin dan tidak mampu tidak perlu menyantol listrik atau levering dari tetangga.

Sementara itu, untuk memperkuat dan memperluas jangkauan sistem interkoneksi, PLN membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kiloVolt (kV) Ruteng – Bajawa.

Transmisi tersebut akan melewati beberapa kabupaten, antara lain Manggarai Timur (Bojong) – Nagekeo, Ende (Kampung Ropa), Maumere, Wairita dan Kabupaten Larantuka.

Dengan pertimbangan kondisi selama pembangunan SUTT 70 kV di jalur Ruteng – Ropa, PLN optimis infrastruktur ini dapat diselesaikan akhir tahun 2019. Khusus untuk pembangunan SUTT 70 kV Sistem Flores dari ujung barat hingga ujung timur panjang lintasannya mencapai 600 kms.

 “Meski kendala yang dihadapi tidaklah ringan, untuk jangka pendek pada triwulan III dapat dioperasikan section Ruteng – Bejawa. Terima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah dan warga yang selama ini membantu PLN untuk mendapatkan lahan tapak-tapak tower dan perizinan,” pungkasnya.

Baca juga: PLN Listriki Halmahera Utara