Tingkatkan Layanan Informasi, PT MRT Jakarta Gelar Diskusi Rambu Stasiun

Tingkatkan Layanan Informasi, PT MRT Jakarta Gelar Diskusi Rambu Stasiun
PT MRT Jakarta Gelar Diskusi Rambu Stasiun/Sumber: MRT Jakarta

PT MRT Jakarta mengadakan kegiatan “Mock Up Review” yang bertujuan untuk mendapatkan kritik dan saran dari masyarakat terkait rambu-rambu (signage) yang terdapat di stasiun.

Acara dihadiri langsung oleh Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhammad Effendi, dan Kepala Divisi Operasi PT MRT Jakarta, Mega Tarigan di Stasiun Blok M BCA, Jumat 1 November 2019.

“Tujuan acara ini adalah mendapatkan masukan dari rambu-rambu percontohan yang telah dibuat. Masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan penetapan standar informasi untuk penumpang. Setelah standar yang ditetapkan rampung, akan dilanjutkan dengan penerapan pada stasiun lain dan area sekitarnya,” jelas Efendi dalam keterangan resmi, Sabtu 2 November 2019.

Efendi melanjutkan, PT MRT Jakarta dan meminta masukan langsung dari penumpang yang ada di Stasiun Blok M BCA karena rambu-rambu termutakhirkan tersebut baru bisa dilihat di Stasiun ini.

Pemutakhiran rambu-rambu dan totem pedestrian ini, jelas Effendi, adalah sebagai bagian dari peningkatan layanan informasi di stasiun dan sekitarnya agar lebih jelas dan mudah dipahami dengan informasi yang lebih lengkap. Dalam konteks integrasi, pemutakhiran rambu-rambu ini juga untuk mendukung semangat integrasi antarmoda transportasi publik.

“Bahwa integrasi juga termasuk informasi tentang ketersediaan informasi angkutan lanjutan untuk kemudahan penumpang. Kami juga telah banyak menerima masukan dari pengguna layanan MRT Jakarta terkait perbaikan dan penambahan informasi di stasiun,” ungkapnya.

Saat ini, pemutakhiran rambu-rambu meliputi penekanan informasi arah keluar dan integrasi antarmoda; penyediaan totem pedestrian untuk menuju stasiun stasiun MRT Jakarta dan halte di sekitarnya.
Selain itu, rambu-rambu ini juga akan menyajikan informasi bagi pengguna jasa, termasuk tarif, aturan tiket, panduan perilaku, sanksi, jam buka tutup, dan jadwal ratangga.

“Nantinya totem akan diletakkan dalam radius tidak lebih dari 500 meter dari stasiun MRT Jakarta. Jumlah totemnya akan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi tiap stasiun. Informasi yang ditampilkan juga bukan hanya arah menuju stasiun MRT Jakarta, namun juga ke arah moda transportasi lainnya,” pungkasnya.

Baca juga: MRT Jakarta Bakal Rilis Fitur Pembelian Tiket Online Lewat Aplikasi