Tingkatkan Kinerja, Perindo Segera Transformasi dari Perum ke Persero

Tingkatkan Kinerja, Perindo Segera Transformasi dari Perum ke Persero
Ilustrasi Perindo (Sumber: dok. Perindo)

Perum Perindo telah mengumumkan rencananya untuk mengubah bentuk badan hukum, dari perusahaan umum menjadi persero. Sosialisasi telah dilakukan kepada seluruh stakeholder termasuk karyawan Perindo.

“Terkait rencana perubahan badan hukum Perindo, kami telah melakukan langkah pengumuman kepada publik maupun karyawan Perindo sebagai persyaratan”, jelas Corporate Secretary Perum Perindo, Boyke Andreas, pada 17 februari 2021.

Lalu apa alasan Perindo mengubah bentuk badan hukum perusahaan? Melalui keterangan tertulisnya, Perindo membeberkan beberapa penyebab dilakukannya langkah bisnis tersebut. 
Yang pertama tentunya adalah untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Tak hanya itu, dengan perubahan tersebut, efisiensi, profesionalisme dan transparansi juga meningkat yang akan membawa Perindo menjadi BUMN yang sehat.

Pertimbangan lainnya, perubahan badan hukum juga diharapkan dapat meningkatkan peran Perindo dalam Holding BUMN Pangan. Terutama dalam sektor pangan, Perindo berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan nasional.

Perubahan ini juga mendorong Perindo untuk fokus kepada aspek komersial untuk meningkatkan laba Perindo. Namun, Boyke menegaskan bahwa Perindo tak akan kehilangan marwahnya yaitu tetap memprioritaskan layanan kepada pelaku usaha perikanan, khususnya nelayan dan pembudidaya sesuai misi pendirian perusahaan

Boyke menambahkan kegiatan rencana perubahan badan hukum dari Perum ke Persero ini merupakan persyaratan rencana Permergeran Perindo – Perinus. Hal itu sesuai dengan arahan Pemegang Saham/Pemilik Modal tentang Pembentukan holding BUMN Industri Pangan melalui surat tertandatangan Menteri BUMN, Erick Thohir, S-1131/MBU/12/2020 tanggal 01 Desember 2020.

Sementara itu, target pelaksanaan RUPS Pemerseroan diagendakan pada Maret 2021. Selanjutnya, Peraturan Pemerintah terkait perubahan bentuk badan hukum diharapkan  juga dalam waktu dekat di tahun 2021 ini. Adapun penandatanganan akta pendirian dilakukan pada tanggal yang sama dengan penerbitan PP.

Perubahan lainnya yaitu dari segi permodalan. Modal Perindo yang semula merupakan kekayaan negara yang dipisahkan dan tidak terbagi atas saham, akan terbagi menjadi saham yang terdiri dari saham Seri A Dwiwarna dan saham Seri B. 

Perindo bergerak dalam empat segmen usaha antara lain pelabuhan, budidaya, penangkapan dan perdagangan ikan. Adapun volume produksi yang dihasilkan berasal dari delapan sub segmen, yaitu penjualan es, jasa pelayanan cold storage, pelayanan pengolahan ikan, jasa pelayanan tambat labuh, sewa ruang dan bangunan, pelayanan listrik, air, BBM, jasa bengkel dan dok, perdagangan produk perikanan, perikanan tangkap, dan perikanan budidaya.

Dari 4 lingkup usaha yang dijalankan Perindo, untuk segmen usaha pelabuhan perikanan relatif tidak ada BUMN pembanding. Perindo adalah satu-satunya BUMN yang menjalankan operasional usaha pengelolaan pelabuhan perikanan. 

Baca juga: Dari Ekspansi hingga Ekspor, Langkah Perum Perindo Pulihkan Ekonomi Indonesia