Tingkatkan Efisiensi Biaya Pemboran, Pertamina Bakal Kirim 1.500 KL Fluida SF-05 ke Blok Mahakam

Tingkatkan Efisiensi Biaya Pemboran, Pertamina Bakal Kirim 1.500 KL Fluida SF-05 ke Blok Mahakam
Pertamina Hulu Mahakam (Sumber: IG @pertaminahulumahakam)

Pertamina melakukan pengiriman fluida pengeboran Smooth Fluid SF-05 sebanyak 700 kl ke Blok Mahakam, Kalimantan (23/10). Sebelumnya, Pertamina juga pernah mengekspor produk yang sama ke Algeria.

Dalam kegiatan pengeboran, jenis fluida ini digunakan dalam kegiatan pengeboran dari fraksi minyak, sebagai komponen dari oil base mud. Cairan ini memiliki karakteristik khusus antara lain non-korosif dan kompatibel dengan peralatan pengeboran seperti gasket dan seal.

SF-05 yang diproduksi RU V Balikpapan telah berstandar internasional. Fluida ini memiliki keunggulan ramah lingkungan. Alasannya, kandungan aromatik fluida ini tergolong rendah, aman digunakan, dan menghemat pemakaian aditif lainnya.

SF-05 akan digunakan pada lima sumur di Blok Mahakam yang dibor pada periode Oktober 2019 hingga Februari 2020. Total kebutuhan SF-05 mencapai 1.500 kiloliter (kl), yang akan dikirimkan dalam tiga tahap, 700 kl pada tahap perdana, kemudian 400 kl pada pertengahan November 2019, dan terakhir sebanyak 400 kl pada Desember 2019.

Penggunaan SF-05 ini merupakan sinergi bisnis antara Direktorat Pemasaran Korporat, RU V Balikpapan dan Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sebagai pengelola Blok Mahakam. Penggunaanya pun telah mendapatkan dukungan penuh dari SKK Migas.

“Penggunaan SF-05 telah mendapat persetujuan SKK Migas baik secara teknis maupun komersial,” ujar Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra (23/10).

Dukungan SKK Migas tersebut tak lepas dari inisiasi Pertamina untuk menggunakan produk dalam negeri. Ia berharap agar penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) ini dapat meningkatkan optimasi produksi di kegiatan hulu migas. Selain itu, biaya operasi dapat dihemat tanpa mengabaikan kaidah keteknikan yang aman.

“Peningkatan penggunan produk dalam negeri menciptakan multiplier effect bagi perekonomian nasional dan juga daerah operasi kegiatan usaha hulu migas,” terang Widi.

Menurut keterangan dari Basuki, (TKDN) pada produk SF-05 mencapai 57 persen. Angka tersebut telah memenuhi ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2013 tentang penggunaan produk dalam negeri pada kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, sinergi perusahaan, dan anak perusahaan.

“SF-05 juga telah mendapatkan hak paten dan telah dilakukan assessment berbasis ISO 9001 QMS Surveilance oleh salah satu Mud Service dengan hasil Level A Well-Developed QMS,” pungkas Basuki.

Baca juga: Pertamina Siap Dukung Program Kementerian ESDM Kabinet Indonesia Maju