Terbitkan SBK, Jasa Marga Kantongi 566 Miliar Rupiah

Terbitkan SBK, Jasa Marga Kantongi 566 Miliar Rupiah
Tol milik Jasa Marga (Sumber: dok. Jasa Marga)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai 566 miliar rupiah. Rencananya, hasil penerbitan akan digunakan untuk modal kerja, belanja modal serta kebutuhan perusahaan lainnya. 

"Dana yang diterima hari ini telah dapat memenuhi kebutuhan Working Capital Jasa Marga, pada prinsipnya akan digunakan untuk modal kerja, belanja modal serta kebutuhan perusahaan lainnya," ungkap Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto.

Sebelumnya, target perolehan dana Jasa Marga dari SBK adalah 500 miliar hingga 1 triliun rupiah. SBK dipilih karena dapat menjaga cash flow jangka pendek mengingat pembayaran bunga SBK dilakukan secara discounted sebesar 6,8%.

SBK I Jasa Marga Tahun 2020 memiliki tingkat suku bunga yang sangat kompetitif. Perseroan menggunakan dasar suku bunga Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR)+ (85-160 bps), dimana saat ini JIBOR cukup rendah, yaitu sebesar 4,7% per tahun. 

SBK akan jatuh tempo selama 12 bulan. Tak hanya itu, SBK tersebut telah mendapatkan peringkat idA1+ (A satu plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Adri menambahkan bahwa SBK juga dapat digunakan sebagai bridging financing sebelum perusahaan mendapatkan pendanaan jangka panjang. Contohnya dengan menerbitkan obligasi atau instrumen capital market lainnya.

“Tentu saja ke depannya, kami tetap membuka peluang untuk menerbitkan produk lain dari capital market ataupun pasar uang sebagai alternatif sumber pendanaan untuk perusahaan," terangnya.

Menurutnya lagi, dengan adanya alternatif-alternatif pendanaan ini, secara umum Jasa Marga juga turut menambah basis investor yang terlibat dalam pembangunan jalan tol di Indonesia. Jasa Marga sendiri dengan konsisten menggalang dana dari capital market.

Sepetember lalu, Jasa Marga mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed dalam aksi penerbitan Obigasi berkelanjutan II Jasa Marga Tahap I Tahun senilai 2 triliun rupiah. 

Permintaan yang masuk untuk Obligasi Berkelanjutan II tersebut mencapai angka 2,7 triliun rupiah melebihi nilai yang ditawarkan. Jasa Marga menggunakan dana hasil penerbitan obligasi diantaranya untuk modal kerja, pemeliharaan jalan tol, peningkatan fasilitas dan sarana penunjang jalan tol lainnya.

Baca juga: Kinerja Jasa Marga Masih Positif di Kala Pandemi