Tancap Gas, Gebrakan Erick Thohir dan Sejumlah Pro-Kontra

Tancap Gas, Gebrakan Erick Thohir dan Sejumlah Pro-Kontra
Erick Thohir saat berjalan bersama Wamen Kartika Wirjoatmodjo menuju kantor Gubernur DKI Jakarta. Sumber: IG @erickthohir

Menteri BUMN Erick Thohir sedang menjadi media darling belakangan ini. Sejak terpilih menjadi Menteri BUMN yang diumumkan bulan Oktober 2019 oleh Presiden Jokowi, Erick Thohir segera tancap gas melakukan sejumlah gebrakan yang membuatnya sering muncul dalam pemberitaan.

Untuk pertama kalinya Menteri BUMN dibantu oleh dua orang Wakil Menteri (Wamen), yang diangkat dari pucuk pimpinan dua BUMN yang berkinerja baik, yaitu Kartika Wirjoatmodjo, direktur utama Bank Mandiri, dan Budi Gunadi Sadikin yang merupakan direktur utama Inalum. Pada 25 November 2019 RUPS PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) telah mengesahkan Orias Petrus Moedak sebagai direktur utama menggantikan Budi Gunadi Sadikin. Lain halnya kursi pimpinan tertinggi di Bank Mandiri, hingga saat ini masih kosong.

Pada tanggal 18 November 2019 Erick “menyapu bersih” pejabat eselon I di Kementerian BUMN. Para pejabat deputi pada masa Menteri Rini Soemarno ini digeser oleh Erick untuk mendukung manajemen BUMN. Sebagian besar digeser menjadi wakil direktur utama (wadirut), kecuali Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Fajar Harry Sampurno yang ditunjuk menjadi Direktur Utama Barata.

Keenam pejabat eselon I lainnya yang digeser adalah: 

  • Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah digeser menjadi Wadirut Angkasa Pura II,
  • Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Hambra digeser menjadi Wadirut Pelindo II,
  • Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Wahyu Kuncoro menduduki kursi Wadirut Pegadaian,
  • Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro digeser menjabat Wadirut Danareksa dan Dirut Danareksa Sekuritas,
  • Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Gatot Trihargo menjadi Wadirut Bulog, dan
  • Sekretaris Kementerian BUMN Imam Aprianto Putro digeser menjadi Wadirut Pupuk Indonesia.

Mendapat pemandangan ruang kerja terbaik, sepanjang karier saya. Semoga menjadi awal yang baik juga untuk ke depannya, tulis Erick Thohir di laman Instagramnya.

Pergeseran di atas tentu saja menimbulkan pro dan kontra. Beberapa pejabat tertinggi di BUMN pun dirombaknya. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah tokoh yang kontroversial. Ia adalah mantan narapidana namun terkenal bertangan dingin dan cakap dalam bekerja. Ahok juga terkenal memiliki integritas yang tinggi dan berani melawan praktik-praktik yang menyalahi aturan. Ahok ditempatkan menduduki jabatan Komisaris Utama Pertamina walaupun terdapat protes dari Serikat Pekerja. 

Di jajaran direksi Pertamina Erick menempatkan mantan Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini sebagai Direktur Keuangan. Hal ini karena Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansury ditempatkan sebagai Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN). Pembenahan di pucuk pimpinan Pertamina dan BTN ini baru langkah awal. Tersiar kabar beberapa nama mantan menteri juga akan ditempatkan menduduki jabatan kursi pimpinan BUMN besar. Seperti halnya pergeseran eselon I yang ditempatkan “kembali” ke kursi manajemen korporasi, penempatan mantan menteri “kembali” ke pimpinan BUMN juga bisa dianggap “penurunan”, namun hal ini bisa juga dilihat sebagai cara berpikir out of the box (seperti yang pernah diminta oleh Presiden Jokowi) karena tidak pernah terpikirkan sebelumnya. 

Baru-baru ini Erick membuat berita lagi, karena menghentikan rapat umum pemegang saham (RUPS) BRI Agro. BRI Agro adalah perusahaan terbuka (IDX: AGRO) yang merupakan anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Penghentian itu kemudian dijelaskan oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga terkait rencana Menteri BUMN untuk mengeluarkan peraturan menteri untuk memperketat pembentukan anak perusahaan pelat merah. 

Ketika me-review hutang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang mencapai Rp40 triliun, Erick menyinggung banyaknya anak perusahaan Krakatau Steel yang mencapai 60 unit. Dari sanalah Erick menyampaikan rencana untuk menerbitkan peraturan Menteri BUMN terkait pembentukan anak dan cucu BUMN. Ia tak ingin BUMN yang sehat malah terbebani oleh anak perusahaan. 

“Kita juga keluarkan Permen-Permen yang sehat, Peraturan Menteri yang sehat seperti tadi bagaimana ketika ada kegiatan anak usaha atau cucu usaha, kita BUMN punya alasan kenapa mendirikan. Kita tidak mau tambah birokrasi," ujar Erick kepada wartawan.

Selain me-review anak dan cucu perusahaan BUMN, Erick juga berencana menghentikan pembentukan superholding BUMN seperti yang telah lama diwacanakan oleh Menteri BUMN sebelumnya Rini Soemarno. Menteri Rini pernah melempar wacana untuk pembentukan superholding BUMN dan meniadakan Kementerian BUMN. 

“Jadi nanti saya rasa urusan superholding kita ubah konsepnya jadi subholding yang fokus pada masing-masing kegiatan unit usaha," ujar Erick di Jakarta, Senin 2 Desember 2019. 

Belum genap dua bulan menjabat, Erick Thohir telah membuat banyak pejabat sebelumnya ketar-ketir dan juga banyak yang masih deg-degan saat ini. Sejumlah pro dan kontra tak pelak akan muncul. Kita berharap gebrakan-gebrakan Erick tidak hanya menimbulkan ramai pemberitaan saja, namun semua menuju pada perbaikan kinerja BUMN untuk Indonesia yang lebih baik. Kita tunggu perbaikan pada kinerja BUMN, pemberantasan korupsi dan penegakan tata kelola perusahaan yang lebih baik di BUMN. 

Baca juga: Rekam Jejak Integritas Pahala Mansury, Dirut Baru BTN