Super Holding BUMN: Sinergi Menuju Daya Saing Global

Super Holding BUMN: Sinergi Menuju Daya Saing Global
PT Jasa Marga (Persero) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (01/02) dalam agenda rencana pembentukan Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sektor Infrastruktur.

Pada debat Capres dan Cawapres bulan Juli lalu, Presiden Jokowi dengan eksplisit menyatakan bahwa akan mengubah haluan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi holding dan super holding perusahaan-perusahaan BUMN pada periode pemerintahan selanjutnya. 

Presiden Jokowi berharap agar perusahaan BUMN dapat meningkatkan fleksibilitasnya yang selama ini sering dilibatkan dalam urusan birokrasi atau politisasi dalam setiap pengambilan keputusan internal mereka, agar bisa lebih fokus pada orientasi bisnis.

Ide ini tak serta-merta datang begitu saja. Pada periode pertama, Jokowi pun telah bertemu dengan para direktur utama BUMN untuk mempercepat pembentukan holding BUMN. Selain itu juga, rancangan pembuatan Holding BUMN ini sebenarnya sudah lama tercetus sejak akhir masa Pemerintahan Presiden Soeharto. Namun hal ini tidak dapat terealisasi karena pergantian rezim yang cepat. 

Tujuan dan Action Plan Holding dan Super Holding BUMN

Melihat laporan kinerja BUMN tahun 2017, Kementerian BUMN telah menyusun road map berisi rencana pembentukan holding BUMN berdasarkan sektor dan menentukan arah bisnis dari masing-masing sektor. 

Tahun 2018 lalu, pemerintah telah membentuk holding sektor minyak dan gas (migas). Dalam holding BUMN migas, PT Pertamina (Persero) ditunjuk sebagai induk dengan anggotanya yang terdiri dari PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Baca juga: Pencapaian Positif Pertamina di 2018

Lalu disusul pada tahun ini, telah selesai dibentuknya holding BUMN sektor infrastruktur. Dalam holding BUMN tersebut, PT Hutama Karya (Persero) ditunjuk sebagai induk dengan anggota-anggotanya yaitu Waskita Karya, Adhi Karya, dan Jasa Marga. 

"Ke depannya kita akan bangun holding BUMN, baik yang berhubungan dengan konstruksi, holding migas, holding pertanian dan perkebunan, perdagangan. Lalu di atasnya akan ada super holding," kata Jokowi dalam Debat Pilpres 2019 putaran kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4).

Menteri BUMN, Rini Soemarno, menambahkan bahwa Super Holding BUMN ini akan membawahi sejumlah induk (holding) BUMN. "Nantinya super holding itu akan menjadi seperti Temasek (Singapura) atau Khazanah (Malaysia)," ujarnya di Bursa Efek Indonesia, Senin (15/4). 

Kisah Sukses Khazanah Nasional Malaysia dan Temasek Holdings Singapore

Melihat sepak terjang suksesnya holding perusahaan pelat merah pemerintah dan holding perusahaan di Malaysia (Khazanah Nasional) dan Singapura (Temasek Holdings) ini menjadi tujuan roadmap holding dan super holding BUMN. Kedua Khazanah dan Temasek sudah memiliki banyak prestasi termasuk mencaplok perusahaan kelas dunia dan menjadikan holding mereka menggurita tersebar di berbagai belahan dunia.

Awalnya Khazanah Nasional dibentuk oleh pemerintah Malaysia pada 1993 dengan tujuan untuk meningkatkan kekayaan Malaysia dalam jangka panjang. Nilai aset Khazanah per 31 Desember 2018 mencapai RM135,5 miliar atau sekitar Rp463,59 triliun. Hingga pada tahun 2018 lalu, super holding BUMN Malaysia itu berinvestasi pada Ping An Good Doctor dan Ant Financial di Tiongkok.

Baca juga: Inalum Siap Gandeng Perusahaan China Huayou Jadi Mitra

Temasek Holdings mengumumkan rekor nilai portofolio bersih sebesar S$275 million pada akhir Maret 2017 (naik dari S$242 million pada tahun 2018).

Sama halnya dengan konsep holding perusahan pelat merah di Singapura yaitu, Temasek Holding. Temasek juga tercatat memiliki 28% saham di bank terbesar di Singapura yaitu, DBS Group Holdings Ltd. Pada sektor telekomunikasi, media dan teknologi, Temasek juga berhasil memiliki perusahaan media terbesar di Singapura yaitu Mediacorp Pte Ltd. Lalu pada sektor ritel pun, Temasek memiliki 8% saham Dufry AG yang menjadi salah satu ritel travel terkemuka di dunia. Di Indonesia, Dufry hadir sebagai duty free di Bandara Ngurah Rai, Bali.

Satu hal yang membuat Khazanah dan Temasek begitu maju adalah karena peran pemerintah hanyalah sebagai regulator dan diawasi langsung oleh Perdana Menteri, sementara pengelolaan bisnis diserahkan kembali kepada Temasek dan Khazanah.

Secercah Harapan Holding dan Super Holding BUMN

Meski Kementerian BUMN akan dihapus pada periode kedua Presiden Jokowi, super holding BUMN akan dikelola oleh pengawas profesional nonbirokrasi dan diawasi langsung oleh Presiden tanpa adanya badan pengawas tambahan. Harapannya, hal ini dapat menghilangkan layer birokrasi yang menyulitkan BUMN sehingga kelak dapat lebih mudah mendapatkan akses pendanaan dari lembaga keuangan dunia yang berguna untuk berekspansi ke luar negeri. 

Meskipun banyak potensi yang didapat dari adanya rencana pembentukan holding BUMN, tetap saja ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah saat ini banyak BUMN yang memiliki anak perusahaan yang tidak memiliki hubungan langsung dengan inti bisnis perusahaan induk. Sebagai contoh pada BUMN yang bergerak di bidang minyak dan gas yang kini mempunyai anak perusahaan di berbagai bidang, termasuk di bidang kesehatan, real estate, pendidikan dan lainnya. Oleh karena itu diperlukan reorganisasi pada anak dan cucu perusahaan agar tidak saling bertabrakan dengan inti bisnis perusahaan induk yang sudah ada.

Selain itu perlu juga dipikirkan dari segi tenaga kerja dan status legalitas seperti status badan hukum serta izin-izin yang telah dikantongi sebelum dan setelah merger.

Baca juga: Untung Rugi BUMN di Era Jokowi