Sukseskan Gerakan Literasi Nasional, Pos Indonesia dan Kemendikbud Teken Nota Kesepahaman

Sukseskan Gerakan Literasi Nasional, Pos Indonesia dan Kemendikbud Teken Nota Kesepahaman
Pos Indonesia dan Kemendikbud Teken Nota Kesepahaman / Foto : Dok. Pos Indonesia

Guna mendukung pelaksanaan Gerakan Literasi Nasional (GLN), PT Pos Indonesia (Persero) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama menjalankan program pengiriman program buku gratis yang dituangkan melalui nota kesepahaman.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  Prof.Dr. Dadang Sunendar, M.Hum dan Direktur Komersial PT Pos Indonesia (Persero) Charles Sitorus, disaksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Didik Suhardi, Ph.D. dan Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi Wahju Setijono di Jakarta, Rabu 23 Januari 2019.

“Dengan adanya kepastian payung hukum kerja sama antara Kemendikbud dengan PT. Pos Indonesia, program yang telah direncanakan oleh Bapak Presiden tahun lalu dapat segera dilaksanakan tanpa hambatan,” jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dalam rilis yang diterima, Kamis 24 Januari 2019.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. Pos Indonesia Gilarsi W. Setijono menyampaikan dukungannya terhadap Gerakan Literasi Nasional. Program Literasi, kata dia, sangat dekat dengannya.

“Program literasi ini saya yakini sangat dekat dan di hati kita semua. Cukup sering, sebelum saya di Pos, saya sendiri juga termasuk salah satu yang literasi, berkhayalnya begini, suatu ketika saat kita melihat Indonesia yang maju, Indonesia yang literasinya sangat tinggi, bukan hanya sekedar bisa membaca alfabet, tetapi literasi dalam konteks kita bisa membaca dan menuangkan pikiran kita sendiri,” katanya.

Baca Juga : Bank Mandiri Bersama Pos Indonesia Perluas Layanan Top Up e-Money ke 3000 Loket

Dengan Kemendikbud menyelenggarakan program ini, kata Gilarsi, sangat memudahkan dan tidak ada keraguan lagi dalam upaya mendorong dan membangkitkan perkembangan literasi anak-anak Indonesia.

“Mudah-mudahan ini akan tersambut, kalau melihat pengalaman tahun lalu ketika kita melakukan distribusi buku ke anak-anak yang berada di daerah terluar Indonesia yang paling mudah dilihat itu dari lirikan matanya. Mata mereka bahagia betul ketika menerima buku, dan ini jadi sesuatu yang buat kita tidak pernah melepaskannya,” katanya.

Sebagai informasi, nota kesepahaman memuat mengenai cakupan tugas dan ruang lingkup kerja sama kedua belah pihak, yakni Kemendikbud sebagai pihak pertama dan PT Pos Indonesia sebagai pihak kedua.

Pihak pertama mempunyai tugas dan tanggung jawab antara lain, memetakan dan menyerahkan daftar penerima buku kepada pihak kedua; menentukan lokasi penerimaan buku; menerima dan menyeleksi buku dari donatur; mengemas buku dalam paket siap kirim; menginformasikan kepada pihak kedua terkait waktu dan tempat pengambilan buku, dan; menyosialisasikan program pengiriman buku dalam pelaksanaan Gerakan Literasi Nasional.

Baca Juga : Era Terus Berganti, Pos Indonesia Tak Ingin Terhenti

Selanjutnya, pihak kedua mempunyai tugas dan tanggung jawab menerima daftar penerima buku dari pihak pertama; mengambil paket buku sesuai waktu dan tempat pengambilan buku yang ditetapkan pihak pertama; mengirimkan buku pada tanggal 17 setiap bulannya sesuai daftar penerima buku yang ditetapkan pihak pertama atau pada hari kerja berikutnya apabila tanggal bertugas jatuh pada hari Minggu; menyosialisasikan program pengiriman buku dalam pelaksanaan Gerakan Literasi Nasional, dan; menyediakan fasilitas dan melaporkan hasil pelaksanaan pengiriman buku yang berlaku.