Sepanjang 2019, SUCOFINDO Bukukan Pendapatan Rp2,67 T

Sepanjang 2019, SUCOFINDO Bukukan Pendapatan Rp2,67 T
Berfoto bersama usai Rapimnas 2020/Sumber: Sucofindo

Tahun 2019, PT SUCOFINDO (Persero) berhasil membukukan pendapatan mencapai Rp2,67 triliun atau tumbuh 1,5% dari tahun sebelumnya. Selain itu, laba setelah pajak tahun 2019 mencapai Rp346,2 miliar atau tumbuh 17,6 persen dari tahun sebelumnya.  

Hal itu diungkapkan dalam Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) 2020 yang bertajuk “Sinergi Menuju Keunggulan Pertumbuhan Bisnis Melalui Inovasi dan Teknologi” yang dibuka oleh Komisaris Utama PT SUCOFINDO (Persero) Veri Anggrijono dan dihadiri oleh Staf Ahli Menperin Dody Widodo di Denpasar, Kamis 20 Februari 2020.

Veri Anggrijono dalam keterangan resmi berharap SUCOFINDO dapat terus memberikan pelayanan jasa terbaik untuk memberikan kepuasan pelanggan, salah satunya melalui penggunaan teknologi tepat guna.

“Diharapkan acara Rapimnas ini dapat menghasilkan masukan-masukan yang dapat dihasilkan dan diimplementasikan untuk perubahan Sucofindo yang lebih baik,” jelasnya.

Menyikapi hal ini, Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero), Bachder Djohan Buddin, menambahkan, kegiatan RAPIMNAS bertujuan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan tahun 2019 serta memberikan arahan dan motivasi kepada unit kerja untuk pencapaian RKAP 2020 khususnya dan kebijakan kebijakan manajemen lainnya.

“Prospek usaha jasa bidang TIC masih menantang dan meyakinkan kita agar senantiasa bersemangat untuk mewujudkan visi-misi perusahaan serta mencapai sasaran usaha yang telah dicanangkan pada tahun 2020,” kata Bachder.

Bachder mengarahkan perusahaan untuk tetap konsisten dalam pencapaian target 2020, yaitu pendapatan sebesar 3 triliun.

“Fokus 2020, SUCOFINDO akan terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perusahaan baik dari sisi internal maupun eksternal, seperti optimalisasi SDM, meningkatkan inovasi pengembangan jasa, serta digitalisasi proses bisnis,” ucap Bachder.

SUCOFINDO melakukan inovasi untuk terus memberikan nilai tambah layanan jasa yang diberikan kepada pelanggan, salah satu inovasi diberikan yaitu melalui pendirian laboratorium produk halal dan pengembangan jasa sebagai Lembaga Pemeriksa Produk, Layanan Jasa Pengelolaan atau pemantauan Air Limbah dan Jaringan atau Sparing.  

Selain itu, Sucofindo akan menggunakan teknologi terkni dalam lini layanan jasanya ataupun pada bidang baru, yaitu Waste Management, dan TIC di bidang Life Science.

“Ke depan, akan menjadi perusahaan Testing, Inspection dan Certification (TIC) berbasis Digital, dengan merubah proses bisnis dalam melakukan Pelayanan jasa,” tutupnya.

Baca juga: Sucofindo Bantu Survei Bunker Kapal Pelni