Sepanjang 2019, Nusantara Infrastructure Catatkan Pendapatan Rp1,57 Triliun

Sepanjang 2019, Nusantara Infrastructure Catatkan Pendapatan Rp1,57 Triliun
Annual Public Expose Nusantara Infrastructure/Sumber: Nusantara Infrastructure

Sepanjang tahun 2019, PT Nusantara Infrastructure Tbk berhasil mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan pendapatan (termasuk pendapatan konstruksi) sebesar 101,01% dari Rp781,77 miliar di tahun 2018, menjadi Rp1,57 triliun di tahun 2019.

Deden Rochmawaty, General Manager Corporate Affairs menjelaskan, pencapaian di sepanjang tahun 2019, dioptimalkan melalui berbagai faktor pendorong seperti memperkuat kebijakan strategis, meningkatkan pengembangan bisnis, serta memaksimalkan pengelolaan keuangan yang baik.

“Hal ini yang membuat manajemen mampu menjaga laju pertumbuhan positif kinerja perusahaan, di tengah tantangan yang dihadapi sepanjang tahun 2019. Selain itu, manajemen juga meyakini bahwa infrastruktur merupakan sektor bisnis yang bersifat long term investment, atau sektor bisnis yang membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Deden Rochmawaty dalam keterangan resmi, Selasa 21 April 2020.

Menurut Deden, faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut antara lain, peningkatan (pendapatan konstruksi) atas progres pembangunan Tol Layang A.P. Pettarani di Makassar tahun 2019 ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 dan peningkatan volume penjualan energi melalui PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari (RPSL), perusahaan anak, karena di tahun 2018 Perusahaan mengakuisisi RPSL pada Agustus 2018.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan konsolidasian di tahun 2019, aset perusahaan juga mengalami peningkatan sebasar 17,87%, dari Rp4,31 triliun di tahun 2018 menjadi Rp5,08 triliun di tahun 2019.

Kenaikan Aset ini terutama disebabkan oleh aset tidak lancar yang meningkat menjadi sebesar Rp4,26 triliun atau sebesar 31,24% dari tahun 2018 sebesar Rp3,25 triliun. Sedangkan kenaikan aset tidak lancar didorong oleh belanja modal yang dilakukan oleh perusahaan untuk aset konsesi dan non-konsesi.

Beban konstruksi naik cukup signifikan dari Rp106,25 miliar ditahun 2018 menjadi 943,52 miliar di tahun 2019 disebabkan oleh peningkatan progres pembangunan Tol Layang A.P. Pettarani, Makassar.

Realisasi pendapatan usaha dan penjualan perusahaan di tahun 2019 (tidak termasuk pendapatan konstruksi) juga berhasil melampaui target yang dicanangkan, yakni Rp630,17 miliar atau naik sekitar 5,80% dari yang ditargetkan di awal tahun sebesar Rp595,63 miliar.

Hal ini didukung oleh sektor usaha yang memberikan kontribusi pertumbuhan tertinggi secara berurutan adalah sektor jalan tol mencapai Rp415,90 miliar atau sebesar 0,85% di atas target, sektor energi terbarukan mencapai Rp141,21 miliar atau sebesar 6,56% di atas target, dan sektor air bersih mencapai Rp73,06 miliar atau sebesar 44,03% di atas target.

Baca juga: Nusantara Infrastructure Tingkatkan Kontribusi Lewat Proyek JORR Elevated