Semen Indonesia Selangkah Lagi Kuasai Holcim

Semen Indonesia Selangkah Lagi Kuasai Holcim
Produk Semen Indonesia

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk mengambil alih 80,6 persen atau 6,17 miliar saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) dengan nilai USD 917 juta. Transaksi dilakukan oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIB) yang merupakan anak usaha holding semen milik BUMN.

Kepemilkan Holcim saat ini terdiri dari Holderfin BV sebesar 80,64 persen, pemodal asing 15,60 persen, serta masyarakat Indonesia dengan kepemilikan kurang dari 5 persen atau sebesar 3,76 persen. Sedangkan Semen Indonesia dimiliki oleh mayoritas oleh pemerintah atau Badan Usaha Milik Negara.

Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso mengatakan, tujuan strategis akuisisi ini yakni untuk mempertahankan posisi sebagai market leader di Indonesia. “Ini akan menjadikan Semen Indonesia Group sebagai perusahaan semen terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan kapasitas 53 juta ton semen per tahun,” ujarnya, Selasa, 13 November 2018.

Kondisi saat ini pasar semen domestik mengalami kelebihan pasokan hampir 41 juta ton. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia jumlah kapasitas produksi semen di Indonesia hingga kuartal I-2018 mencapai 107,4 juta ton. Sementara, kebutuhan nasional mencapai 66,35 juta ton. 

Selain itu, ada sekitar 14 perusahaan yang memproduksi semen, hal ini meningkat dari 7 perusahaan yang tercatat pada 2014. Semen Indonesia adalah penguasa pasar yang menguasai 39,4 persen pasar semen Indonesia, disusul oleh Indocement Tiga Roda yang mengusai 26,4 persen. Holcim menyusul setelahnya dengan penguasaan 14,9 persen, Conch 4,6 persen, dan sisanya 14,7 persen produsen lainnya.

Dengan dibelinya Holcim oleh Semen Indonesia, akan semakin mengukuhkan posisi BUMN ini, yang akan menguasai pasokan semen nasional dengan volume bisa mencapai 40 juta ton per tahun.  

Semen Indonesia memiliki 14 Integrated Cement Plant yang tersebar di Indarung (Sumatera Barat), Tuban (Jawa Timur), Pangkep (Sulawesi Selatan), Rembang (Jawa Tengah) dan Quang Ninh (Vietnam) dengan total kapasitas terpasang sebesar 31,8 juta ton semen per tahun.

Perusahaan pelat merah ini pun, memiliki fasilitas distribusi dan pemasaran, meliputi 3 Grinding Plant, 26 Packing Plant, 11 pelabuhan khusus, 17 gudang penyangga, 651 distributor di seluruh penjuru Nusantara, dan 78 distributor yang tersebar di Vietnam. Di Indonesia, perseroan ini memiliki 3 merek yang telah melekat di hati konsumen yaitu Semen Padang, Semen Gresik dan Semen Tonasa.