Semen Indonesia Catatkan Kenaikan Penjualan 10 Persen

Semen Indonesia Catatkan Kenaikan Penjualan 10 Persen

Di tengah iklim pasar yang semakin kompetitif, PT Semen Indonesia tetap mencatat kenaikan penjualan sebesar 10 persen.

Kepala Biro Komunikasi PT Semen Indonesia Sigit Wahono, seperti yang dilansir dari beritasatu.com, Sabtu (10/6/2017) mengatakan, penjualan Semen Indonesia pada periode Januari-Mei 2017 mengalami kenaikkan 10 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurutnya, kenaikan penjualan itu terjadi di tengah kondisi pertumbuhan proyek infrastruktur yang masih belum menentu. Selain itu, kelebihan pasokan semen, akibat masuknya banyak pemain asing juga menjadi faktor pemicu ketatnya persaingan.

Adapun volume penjualan periode Mei 2017 tercatat 2,9 juta ton. Total penjualan selama kurun waktu 5 bulan pertama 2017 mencapai 11,5 juta ton. Secara umum, penjualan masih didominasi penjualan ritel atau sak yang mencapai 75 persen, sedangkan curah sebesar 25 persen.

“Untuk penguasaan pangsa pasar dalam negeri produk Semen Indonesia sekitar 43%, persentase yang relatif sama dalam kurun lima tahun terakhir,” ujarnya, seperti yang dikutip dari semarangpedia.com,Sabtu (10/6/2017).

Dia menuturkan untuk serapan pasar, secara umum masih sama seperti tahun lalu yang didominasi penjualan ritel atau hitungan “bag” (zak), untuk segmentasi kalangan rumah tangga dan pengembang perumahan.

“Pada semester pertama tahun belum banyak proyek-proyek skala besar secara nasional, termasuk dari proyek pemerintah. Bahkan serapannya masih didominasi penjualan ritel,” tuturnya.

Sementara itu, berkaitan dengan Pabrik Semen Indonesia di Kabupaten Rembang yang masih terkendala, seperti yang diberitakan m.wartaekonomi.co.id, Sabtu (10/6/2017) dijelaskan tidak terlalu mempengaruhi karena memang tidak dimasukkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Namun, Sigit menegaskan bahwa Semen Indonesia menargetkan Pabrik Rembang mampu menyumbangkan produksi 1,1 juta ton dari prediksi kapasitas yang bisa sampai menghasilkan 1,5 juta ton.

"Memang untuk Pabrik Rembang belum masuk rencana operasional produksi atau penjualan. Namun, kami optimistis bisa menyumbang 1,1 juta ton karena kapasitasnya 1,5 juta ton. Itu pun target untuk semester dua tahun ini," katanya.

Meskipun demikian, Semen Indonesia tetap menaati keputusan untuk tidak melakukan penambangan dahulu di areal Pabrik Rembang menunggu hasil kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) tahap dua.(IDR)