Selama Semester I-2019 Sritex Catat Pendapatan Bersih US$63,25 juta

Selama Semester I-2019 Sritex Catat Pendapatan Bersih US$63,25 juta
Kontribusi penjualan benang Sritex mencapai 40,1

PT Sri Rejeki Isman Tbk., perusahaan tekstil terintegrasi yang mengusung merek Sritex, mencatatkan penjualan kotor selama semester I-20019 meningkat 15,14% atau dari US$544 juta pada semester I-2018 menjadi US$626,36 juta. Sementara pendapatan bersih melonjak 12,29% menjadi US$63,25 juta.

Direktur Keuangan PR Sri Rejeki Isman Tbk. Allan Moran Severino, melalui keterangan tertulisnya mengungkapkan, pencapaian tersebut sebagian besar didorong oleh penjualan benang. "Kontribusi penjualan benang mencapai 40,1% dari total penjualan. Selain itu juga ditopang oleh nilai tambah yang terus dikejar perseroan agar dapat memperbaiki net overall margin," katanya.

Baca juga: Tahun Ini, Sritex Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Hingga 40%

Penjualan Sritex selama 2018 mencapai sebesar US$1,03 miliar atau naik dari 2017 sebesar US$759,3 juta. Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh melesatnya penjualan untuk produk benang yang naik 58,84% YoY menjadi US$ 464,41 juta. Peningkatan penjualan benang itu ditopang aksi akuisisi dua perusahaan pemintalan benang yang mampu memberikan kontribusi penjualan sebesar 20%. Dua perusahaan yang dimaksud adalah PT Primayudha Mandirijaya (PM) dan PT Biratex Industries (BI).

Lebih lanjut Allan Moran mengatakan fokus perusahaan tahun ini adalah untuk meningkatkan utilisasi seluruh divisi produksi agar menghasilkan margin lebih tinggi, yaitu di bagian finishing dan garmen. Namun pihaknya akan terus menjaga keseimbangan produksi demi mempertahankan sistem integrasi yang berkelanjutan. Perusahaan yang bergerak di segmen bisnis mid-stream ini memiliki empat divisi bisnis, yaitu benang (spinning), kain mentah (weaving), kain jadi (finishing), dan pakaian jadi (garment).

Kapasitas produksi spinning perusahaan tercatat sebanyak 1,15 juta bales benang, weaving 180 juta meter kain mentah, finishing 240 juta yard fabric, dan garmen 32-35 juta potong. Tahun ini, Sritex menargetkan tingkat utilisasi dapat di atas 90%, dari sebelumnya di bawah 90%.

Pihak perseroan juga mengakui mendapat keuntungan dari adanya perang dagang Amerika Serikat-China dengan meningkatnya penjualan 3,2 kali lipat ke Amerika Serikat dan Amerika Latin. Kontribusi ekspor dari kedua kawasan tersebut sebesar 13,6% dari total penjualan ekspor yang mencapai US$51,35 juta pada semester I-2019.

Baca juga: Sritex Catat Kenaikan Pendapatan Sebesar US$759,35 Juta