Sejak Beroperasi, 14.780.408 Orang Telah Naik Kereta MRT Jakarta

Sejak Beroperasi, 14.780.408 Orang Telah Naik Kereta MRT Jakarta
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar dalam acara Forum Jurnalis MRT Jakarta di Jakarta, Kamis 26 September 2019/Sumber: MRT Jakarta

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar dalam acara Forum Jurnalis MRT Jakarta di Jakarta, Kamis 26 September 2019 menjelaskan, sejak beroperasi secara resmi terbuka untuk publik pada 24 Maret 2019 lalu, tercatat sekitar 14.780.408 orang telah menggunakan layanan MRT Jakarta.

Menurut William, angka tersebut menunjukkan jumlah rata-rata penumpang harian mencapai lebih dari 82 ribu orang per hari. Jumlah tersebut melebihi target sebelumnya yang berada di angka 65 ribu orang per hari.

“Kami optimis untuk mencapai target 100 ribu orang penumpang per hari pada akhir tahun ini,” ujar William dalam keterangan resmi, Jumat 27 September 2019.

Baca juga: MRT Jakarta Gandeng Kemendikbud Majukan Kebudayaan Indonesia

Berdasarkan data perbandingan antara bulan Agustus 2019 dan September 2019 (masing-masing per tanggal 1-25) menunjukkan adanya kenaikan jumlah penumpang sebesar 12 persen. Sebanyak 5.085 perjalanan berhasil dilaksanakan pada September 2019 lalu.

“September ini saja ada sekitar 90.386 orang per hari yang menggunakan MRT Jakarta,” tambahnya.

Selain itu, lanjut William, ketepatan waktu MRT Jakarta mencapai 100 persen. Ketepatan waktu ini terdiri dari ketepatan waktu kedatangan, waktu tempuh kereta, dan waktu berhenti di stasiun.

“Kami terus melakukan program guna peningkatan penumpang seperti bekerja sama dengan mal, restoran, klinik kesehatan, dan sejumlah program hiburan seperti pertunjukan musik atau jelajah edukasi,” ungkapnya.

Selain statistik penumpang, William juga menyampaikan sejumlah upaya yang dilakukan untuk mendukung peningkatan integrasi dan aksesibilitas di MRT Jakarta.

“Kami menargetkan akan memasang beberapa unit instalasi parkir sepeda (bike rack) pada 10 Oktober di tujuh stasiun, yaitu dua unit di Stasiun Lebak Bulus Grab, satu unit di Stasiun Fatmawati, empat unit di Stasiun Cipete Raya, satu unit di Stasiun Haji Nawi, satu unit di Stasiun Blok A, dua unit di Stasiun Blok M BCA, dan satu unit di Stasiun ASEAN,” jelas ia.

William juga menyampaikan perkembangan pembuatan aplikasi seluler MRT Jakarta yang memungkinkan pengguna membayar tiket dengan aplikasi dari telepon pintar dan menempelkan lalu memindai QR gate di pintu penumpang (passenger gate).

Baca juga: Naik MRT Jakarta Dapat Bonus Periksa Gigi Gratis, Mau?