Sambut HUT RI ke-74, PLN Listriki 8 Desa di Kepulauan Yapen

Sambut HUT RI ke-74, PLN Listriki 8 Desa di Kepulauan Yapen
Peresmian desa berlistrik di Kabupaten Kepulauan Yapen yang dihadiri oleh Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar, Kamis 8 Agustus 2019 /Sumber: PLN

Menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, PT PLN meresmikan delapan desa berlistrik baru, seperti Desa Kurudu, Kayupuri, Andesaria, Manusundu, Manukwar, Kirimbi, Mansesi dan Doreamini yang berada di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Peresmian desa berlistrik ini dihadiri oleh Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar.

"Terima kasih sebesar-sebesarnya kepada PLN Papua dan Papua Barat atas kerja kerasnya sehingga listrik di sini (Kurudu) sudah bisa menyala," kata Tonny Tesar dalam sambutan peresmian, Kamis 8 Agustus 2019.

Sementara itu, pihak PLN melalui General Manager PLN IUWP2B JA Ari Dartomo, dalam keterangan tertulis, Minggu 11 Agustus 2019 menjelaskan, langkah ini merupakan komitmen PLN untuk menerangi seluruh pulau di wilayah Papua dan Papua Barat.

Baca juga: Perjalanan PLN Melistriki Nusantara

Menurut Ari Dartomo, dalam upaya melistriki seluruh pulau berpenghuni di Papua dan Papua Barat, diperlukan perencanaan yang matang agar pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Bagaimana tidak, untuk bisa menjangkau desa tersebut, diperlukan waktu sekitar 3,5 jam perjalanan laut dari Serui menggunakan speedboat.

“Ini merupakan bagian rencana program Listrik Desa Tahun 2019 dari PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B),” ungkapnya.

Untuk menyukseskan penyaluran listrik ke delapan desa di Kepulauan Yapen, PLN menginvestasikan dua unit pembangkit bertenaga diesel dengan kapasitas masing-masing 100 kVA dan 50 kVA.

Adapun delapan desa baru ini menambah jumlah desa berlistrik untuk tahun 2019 menjadi 160 dari total target 340 desa.

Langkah ini terus digenjot PLN agar masyarakat di desa-desa lain yang belum menikmati listrik dapat secepatnya telistriki. Semoga hal ini dapat menjadi hadiah yang indah untuk masyarakat Kepulauan Yapen.

Perlu diketahui, hingga kini, potensi pelanggan di delapan desa tersebut mencapai 341 pelanggan. Untuk membaginya agar listrik benar-benar dapat dirasakan seluruh masyarakat, pada tahap awal PLN akan melayani enam jam nyala setiap harinya. Jam nyala tersebut nantinya akan bertambah menyesuaikan kebutuhan serta kapasitas pembangkit.

Baca juga: PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan DKI, Banten dan Jawa Bagian Barat Normal