Sah, RNI Lepas 56,77% Saham Phapros ke Kimia Farma

Sah, RNI Lepas 56,77% Saham Phapros ke Kimia Farma
Penandatanganan Jual Beli Saham PT Phapros Tbk oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Sumber: RNI)

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) secara resmi telah melepaskan saham miliknya di PT Phapros Tbk kepada PT Kimia Farma (Persero) Tbk. BUMN farmasi ini mengakuisisi 56,77% saham PT Phapros senilai 1,36 triliun rupiah.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama RNI B. Didik Prasetyo bersama Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir dan Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami baru-baru ini.

Menurut RNI, divestasi tersebut dilakukan dalam rangka mewujudkan transformasi di tubuh perseroan. Proses divestasi ini juga diklaim sebagai salah satu upaya BUMN dalam mendorong pertumbuhan industri farmasi nasional.

Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro menegaskan akuisisi Phapros oleh Kimia Farma merupakan wujud dari upaya BUMN dalam mengimplementasikan tugas sebagai agen pembangunan. Selain itu untuk meningkatkan nilai perusahaan dan memajukan perekonomian nasional melalui geliat industri farmasi. 

"Aksi korporasi ini merupakan wujud dari sinergi yang baik antara kedua perusahaan. RNI dan Kimia Farma memiliki komitmen yang sama dalam mendukung pertumbuhan industri farmasi di Indonesia," jelas Wahyu.

Baca juga: Kisruh Harga Tiket Pesawat yang Tak Kunjung Turun

Sementara itu, Didik Prasetyo, berharap kinerja Phapros dapat semakin meningkat serta terus memberikan kontribusi bagi pertumbuhan industri farmasi nasional. Bagi RNI dan Kimia Farma, katanya, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk sama-sama meningkatkan portofolio bisnis dalam rangka memberikan sumbangsih bagi kemajuan negara.

Didik menambahkan, aksi korporasi ini bagian dari upaya mempercepat agenda transformasi RNI melalui pengembangan bisnis baru. Selain itu juga penguatan lini bisnis eksisting, di antaranya sektor distribusi dan perdagangan serta properti. Di bidang properti, katanya, saat ini RNI telah menyiapkan recana pengembangan aset di beberapa lokasi, di antaranya kawasan Pancoran dan Kuningan Jakarta, serta beberapa kota lainnya.

Sementara Honesti Basyir menegaskan Kimia Farma sebagai salah satu ujung tombak industri kesehatan  milik negara akan komit untuk memajukan industri farmasi. 

“Semoga dengan bergabungnya Phapros dengan Kimia Farma dapat memperkuat dan memperluas layanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: MRT Jakarta: Oase di Tengah Macet dan Polusinya Ibukota