Resmi Kelola Bandara Sentani, Angkasa Pura I Siapkan 500 M untuk Pengembangan Awal

Resmi Kelola Bandara Sentani, Angkasa Pura I Siapkan 500 M untuk Pengembangan Awal
Penandatanganan KSP AP I dengan Kementerian Perhubungan

PT Angkasa Pura I atau Angkasa Pura Airports akhirnya resmi menjadi pengelola Bandara Sentani Jayapura. Minggu lalu (13/10), perseroan telah melakukan penandatanganan Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) dengan Kementerian Perhubungan terkait alih kelola bandara.

Kerja sama sendiri mencakup pengelolaan, optimalisasi, dan pengembangan Bandara Sentani. Sebagai pengelola, Angkasa Pura Airports berkewajiban memberikan kontribusi tetap dan pembagian keuntungan setiap tahunnya kepada Pemerintah RI. Periode kerja sama ini berlangsung selama 30 tahun.

“Amanat ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi Angkasa Pura Airports untuk dapat berkontribusi lebih besar terhadap peningkatan pertumbuhan perekonomian daerah timur Indonesia, khususnya Papua,” ungkap Faik Fahmi, Direktur Utama Angkasa Pura Airports.

Setelah kerja sama tersebut, kini AP I mengelola 15 bandara di wilayah operasinya. Bandara Sentani sendiri tahun lalu melayani 2,1 juta penumpang dan 62 ribu pergerakan pesawat. Bandara melayani 20 destinasi yang diterbangkan dengan beberapa maskapai seperti Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Wings Air, Sriwijaya Air dan maskapai-maskapai lainnya.

Dalam waktu dekat, rencananya AP I akan melakukan berbagai pengembangan, baik dari sisi udara (airside) maupun di sisi darat (landside). Untuk tahap awal, AP I menyiapkan dana pengembangan sebesar 500 miliar rupiah. Dana tersebut digunakan untuk melakukan peningkatan PCN landas pacu (runway) agar pesawat berbadan besar dapat mendarat.

Saat ini, Bandara Sentani memiliki landas pacu dimensi 3.000 x 45 meter. Dengan luasan tersebut, kapasitas apron yang dapat dilayani adalah 3 parking stand untuk pesawat berbadan kecil (narrow body), 8 parking stand untuk pesawat kargo, dan 11 parking stand untuk pesawat kecil berbaling-baling (propeller).

Adapun pesawat terbesar yang mampu dilayani saat ini yaitu B-737 800 NG dan 900 ER. Sedangkan gedung terminalnya memiliki luas 14.300 meter persegi (2 lantai) dan kapasitas ruang tunggu dapat menampung 2.045 orang.

Terkait penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020, AP I juga akan melakukan penataan landside. Bagian yang akan direnovasi mencakup terminal penumpang maupun area parkir kendaraan.

Faik Fahmi melihat bahwa Bandara ini memiliki banyak potensi untuk dikembangkan ke depannya. Salah satunya adalah dikembangkan sebagai sebuah pusat persimpangan trafik atau hub penerbangan di kawasan Asia Pasifik.

Sementara itu, Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia pun mengapresiasi kerja sama ini. Ia berharap AP I dapat menunjukkan profesionalitas dalam mengelola bandara.

“Saya berharap Angkasa Pura Airports dapat menunjukkan profesionalitasnya kepada khalayak bahwa proses yang diminta oleh Pak Presiden ini memang tepat dan dapat memberi kemanfaatan kepada Papua,” tandas Budi.

Baca juga: AP II Operasikan Robot Pembersih Lantai di Bandara Soetta