Rahasia Brantas Abipraya Raih Kinerja Sangat Bagus Selama 5 Tahun

Rahasia Brantas Abipraya Raih Kinerja Sangat Bagus Selama 5 Tahun
Salah satu proyek Brantas Abipraya. Sumber: Laporan Tahunan Brantas Abipraya 2018

PT Brantas Abipraya (Persero), BUMN yang bergerak di bidang konstruksi belum lama ini mengumumkan meraih penghargaan Golden Trophy dari majalah Infobank atas kinerja keuangan tahun 2018 dengan predikat “sangat bagus.” Kinerja sangat bagus ini telah ditunjukkan BUMN ini selama lima tahun berturut-turut. 

Dikutip dari siaran pers Brantas Abipraya, raihan Golden Trophy ini adalah untuk yang keempat kalinya. Pertama di tahun 2016, atas kinerja keuangan “sangat bagus” 2011-2015. Ke-dua di tahun 2017, atas kinerja keuangan “sangat bagus” 2012-2016, sedangkan untuk trophy ke-tiga didapat tahun lalu atas kinerja keuangan “sangat bagus” 2013-2017 dan yang ke-empat atas kinerja keuangan “sangat bagus” 2014-2018.

Gambar: Pendapatan dan Laba Brantas Abipraya 2014-2018. Sumber: Laporan Tahunan 2018.

“Dalam perjalanannya, Abipraya dihadapkan dengan berbagai macam tantangan. Agar tidak berdampak terhadap kinerja, sejumlah strategi diterapkan di antaranya dengan melakukan diversifikasi usaha melalui lahirnya entitas anak, PT Brantas Energi di tahun 2012 dan disusul dengan dibentuknya Unit Usaha Abipraya Alat, Abipraya Beton dan Abipraya Properti,” ujar Direktur Operasi II Brantas Abipraya, Widyo Praseno.

Abipraya memiliki lini bisnis yang cukup lengkap di sektor konstruksi. Adapun lini bisnis perseroan antara lain Bendungan, Irigasi, Terowongan, Reklamasi, Jalan/ Jembatan, Bandara, Gedung, Mekanikal & Elektrikal, Pembangkit Listrik, serta Beton. 

Dikutip dari Laporan Tahunan Brantas Abipraya tahun 2018, melalui kinerja lini bisnisnya, hingga kini Abipraya telah banyak dipercaya untuk mengerjakan proyek strategis pemerintah. 

Dalam pencatatan kinerja operasional, Abipraya mengklasifikasikan setiap pengerjaan jasa pada lini bisnis antara lain menjadi segmen Pengairan, Jalan/ Jembatan, Gedung/Bangunan, Listrik, Prasarana Perhubungan (Darat, Laut, & Udara), dan segmen Lain- Lain (Beton, BE, Properti). 

Kinerja operasi per segmen di tahun 2018 dipengaruhi oleh jumlah tender yang dimenangkan, dikerjakan, hingga selesainya kontrak proyek tersebut. Pada 2018, tingkat kelulusan tender Abipraya sebesar 23,63%. Sementara itu, nilai tender yang dimenangkan senilai Rp8,7 triliun atau naik 32% dari nilai tender yang dimenangkan tahun lalu yang senilai Rp6,6 triliun. 

Gambar: Lelang dan kontrak Brantas Abipraya tahun 2018. Sumber: Laporan Tahunan 2018.

Kementerian PUPR menargetkan pembangunan 65 bendungan yang terdiri dari 16 bendungan lanjutan dan 49 bendungan pada periode 2015-2019. Selain bendungan, Kementerian PUPR juga menargetkan pembangunan 1.088 embung di berbagai wilayah di Indonesia. 

Dari gambaran tersebut, Abipraya sebagai BUMN yang bergerak di bidang konstruksi memiliki peluang besar untuk mendapatkan kontrak proyek dan pertumbuhan yang berkelanjutan. 

Pada tahun 2018 Abipraya melakukan beberapa perubahan signifikan guna memperkokoh kinerja operasi di masa depan. Perubahan tersebut yakni fokus perseroan, di mana pada tahun-tahun sebelumnya perseroan fokus pada Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengembangannya, maka saat ini fokus telah diarahkan pada kelangsungan bisnis pada segmen pembangunan dan investasi. 

Adanya perubahan arah fokus kinerja didukung oleh keberhasilan perseroan dalam mengembangkan human capital yang memiliki peran penting untuk mendukung perubahan di Abipraya. Dengan moto Spirit for Giving the Best, perseroan bersama seluruh pegawai percaya bahwa perubahan yang terjadi di perseroan akan membawa pada hasil kinerja yang lebih baik demi kelangsungan bisnis. 

Seperti dikutip dari Laporan Tahunan Brantas Abipraya 2018, berikut adalah strategi bisnis perusahaan konstruksi tersebut dalam meraih prestasi yang sangat bagus: 

  1. Fokus pada Core Business
    Untuk mengimbangi pertumbuhan bisnis konstruksi nasional. perseroan berupaya mengimbangi pertumbuhan tersebut dengan memfokuskan kepada core business yaitu bidang konstruksi Sumber Daya Air (SDA) dan Non SDA yaitu pembangunan jalan dan jembatan, perhubungan, dan hydro power.
  2. Diversifikasi Pasar
    Perseroan telah berhasil melakukan penetrasi pasar-pasar baru dari sisi pemberi kerja. Penetrasi pasar baru yang dilakukan perseroan saat ini adalah menciptakan proyek melalui financial restructuring.
  3. Diversifikasi Produk
    Perusahaan melakukan diversifikasi produk dengan melakukan investasi pada hydro power. pengembangan usaha beton pracetak dan pengembangan usaha properti.

Baca juga: Makin Instagramable, Brantas Abipraya Percantik Kawasan Kota Lama Semarang