PT PSBI Masih Identifikasi Lahan Fasum Fasos di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

PT PSBI Masih Identifikasi Lahan Fasum Fasos di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kereta yang digunakan untuk operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Jenis kereta yang digunakan adalah CR400AF/Sumber: KCIC

PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan Pemkot Bandung terus melakukan koordinasi terkait rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, mengingat trase atau sumbu jalan kereta cepat yang melewati kota Bandung akan melintasi beberapa fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum) milik pemerintah kota.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial hari ini di Bandung mengatakan pihaknya masih mengidentifikasi sejumlah titik fasos fasum yang dilalui proyek kereta cepat agar masalah pembebasan lahan bisa dituntaskan secepatnya. “Fasos fasumnya masih mau diidentifikasi. Tim ini ada dari Dinas Tata Ruang, DPKP3, BPN dan PSBI. Nanti ada pendampingan juga dari pihak kejaksaan," ujarnya.

Sekalipun fasos fasum milik Pemkot Bandung, namun Oded tetap berpesan agar dalam penanganannya tetap mengutamakan kepentingan masyarakat. Nantinya sejumlah lahan fasos fasum yang akan dilalui oleh trase proyek kereta cepat akan diganti oleh PT. PSBI dengan lahan baru.

Baca juga: DAHANA Menangkan Tender Pembuatan Terowongan Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung

“Dari satu sisi ini adalah program strategis nasional, di sisi lain objek yang terkena itu warga saya. Makanya saya minta kepada tim harus melaksanakan proyek ini di atas keadilan dan taat aturan. Terpenting warga saya tidak boleh terzalimi,” tambahnya.

Sementara itu Direktur Utama PT. PSBI, Natal Argawan Pardede ingin proses pembebasan lahan tetap sesuai dengan aturan. Sehingga proyek kereta cepat juga bisa berjalan lancar. “Pemerintah Kota mempunyai fasos fasum yang terkena trase kita. Jadi bagaimana cara penyelesaian proses fasos fasum ini supaya kita juga bisa cepat masuk ke lokasi, bagaimana fasos fasum direlokasi,” katanya.

Dia menambahkan proses pembebasan lahan untuk trase di Kota Bandung ditargetkan tuntas pada 2019 ini. Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemkot Bandung agar bisa mempercepatnya tetapi taat aturan.

Chairman PT PSBI sebelumnya mengatakan April 2018 seluruh masalah pembebasan lahan bisa rampung semua sehingga pengerjaan proyek kereta Jakarta Bandung bisa segera dikerjakan.

Terhubung dengan LRT Bandung Raya

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah merilis rute LRT Bandung Raya. LRT tersebut nantinya membentang dari Tegal Luar hingga Stasiun Kebon Kawung di pusat kota Bandung. Dikutip dari aku instagramnya Emil mengatakan LRT Bandung Raya sudah diputuskan rutenya dan segera dilakukan konstruksi.

LRT Bandung Raya ini nantinya menghubungkan Stasiun Kereta Cepat di Tegal Luar menuju kota Bandung. Akan dibangun juga stasiun di dekat Masjid Raya Al Jabbar di Gedebage. "Selain LRT Bekasi-Jakarta dan Bogor-Jakarta yang sudah akan selesai konstruksinya. LRT Bandung Raya sudah diputuskan rutenya dan akan dimulai persiapan konstruksi," katanya.

Tahap 1 Menghubungkan Stasiun Kereta Cepat di Tegal Luar menuju pusat Kota Bandung di Stasiun Kebon Kawung dengan Stasiun tambahan di depan Masjid Raya Al Jabbar Gedebage. LRT ini diharapkan bisa selesai bersamaan dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. 

"Diharapkan selesai berbarengan dengan mulai dioperasikannya Kereta Api Cepat Jakarta Bandung di akhir 2020 atau awal 2021," tambah pria yang akrab disapa Kang Emil ini.

Baca juga: KAI Siap Bangun Jalur Penghubung Kereta Cepat Jakarta-Bandung Senilai Rp450 Miliar

Hadirnya Kereta api cepat Jakarta-Bandung, tidak hanya menghubungkan kota jakarta dan bandung menjadi lebih singkat yaitu sekitar 30 menit saja, namun juga akan melahirkan pusat industri baru yang berpusat di Walini dan sepanjang koridor jalur kereta api supercepat ini, seperti munculnya berbagai industri di bidang smelter, manufaktur, infrastruktur, listrik, elektronik, pelayanan, logistik dan properti.

Megaproyek kereta api cepat Jakarta-Bandung ini dibangun pada jalur baru yang terdiri dari lima stasiun, yaitu stasiun Halim di jakarta, stasiun Karawang, stasiun Walini, stasiun Tegalluar (Bojongsoang, Kabupaten Bandung ) dan berakhir di Stasiun Gedebage. Jalur kereta api cepat pertama di Asia Tenggara ini menembus sembilan kabupaten dan kota di provinsi Jawa Barat serta Provinsi DKI Jakarta.

Sebagai info, kereta api cepat yang digunakan mampu menempuh kecepatan 250 km/jam. Jadi, jika jarak Jakarta-Bandung 142,3 km, maka dengan naik kereta supercepat ini perjalanan hanya ditempuh dengan waktu 35-45 menit saja. Adapun tarif sementara ini diusulkan sebesar US$16 atau sekitar Rp225.000.