PT MITJ Mulai Tata Empat Stasiun Kereta Milik KAI

 PT MITJ Mulai Tata Empat Stasiun Kereta Milik KAI
Sudirman Station/Sumber: MRT Jakarta

PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek yang merupakan perusahaan patungan antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penataan terhadap empat stasiun milik KAI, yaitu Stasiun Juanda, Stasiun Sudirman, Stasiun Tanah Abang, dan Stasiun Pasar Senen yang diharapkan selesai pada akhir Maret 2020 ini.

Dalam keterangan resmi perusahaan dijelaskan, adapun konsep penataan keempat stasiun tersebut meliputi:

Penataan Kawasan Stasiun Tanah Abang

Penyediaan area lay-by bus sebagai lokasi menaikkan dan menurunkan penumpang layanan Transjakarta, pembangunan plaza pejalan kaki yang dilengkapi dengan kanopi; titik menurunkan dan menaikkan penumpang ojek, termasuk tempat transitnya; kanalisasi angkutan umum darat (bajaj dan angkot), serta pembongkaran rumah dinas camat dan dua rumah lainnya.

Penataan kawasan Stasiun Senen

Penyediaan area lay-by bus sebagai lokasi menaikkan dan menurunkan penumpang layanan Transjakarta, pembangunan pedestrian plaza, penyediaan halte bus, dan pembuatan median pejalan kaki serta zebra cross.

Penataan kawasan Stasiun Juanda

Penyediaan area menurunkan penumpang ojek daring, lokasi transit ojek pangkalan, penyediaan lay by bajaj, termasuk area transit ojek daring dan bajaj di sisi utara stasiun.

Penataan kawasan Stasiun Sudirman

Salah satu pekerjaan besarnya adalah merevitalisasi akses pintu masuk barat stasiun agar memiliki akses langsung dengan Terowongan Kendal, dengan membongkar pos polisi dan gerai minimart yang terletak di area tersebut. Selain itu akan dipasang pagar di ujung trotoar Terowongan Kendal agar area menjadi lebih tertib. Perbaikan rambu penunjuk arah menuju stasiun dan pembangunan kembali pos polisi.

Selain itu, akan dibangun pula area lay-by ojek daring di Jalan Blora, lokasi menurunkan dan menaikkan penumpangg ojek daring di lahan PT KAI, area transit ojek pangkalan juga di lahan PT KAI, dan relokasi pedagang kaki lima.

Keempat penataan tersebut merupakan rencana jangka pendek (quick win) langkah awal integrasi kereta di Jabodetabek.

Tiga tugas utama PT MITJ ialah membuat konsep integrasi kelembagaan untuk transportasi perkeretaapian di lintas pelayanan Jabodetabek, melakukan studi kelayakan (feasibility study) pembangunan kereta api layang lingkar dalam Jakarta, dan membuat studi kelayakan terkait pengembangan kawasan berorientasi transit di seluruh stasiun kereta di kawasan Jabodetabek.

Melalui PT MITJ, diharapkan 72 stasiun kereta commuterline yang ada di Jabodetabek, sekitar satu juta pengguna layanan commuterline per hari, dan pengguna MRT Jakarta dan bus Transjakarta dapat mendapatkan layanan yang aman dan nyaman.

Baca juga: Inilah 4 Komponen Utama Integrasi JakLingko dan MRT Jakarta