PT KAI Gandeng 16 Perguruan Tinggi dalam Program Magang Bersertifikat

PT KAI Gandeng 16 Perguruan Tinggi dalam Program Magang Bersertifikat
Direktur SDM dan Umum KAI, R. Ruli Adi memberikan penjelasan kepada peserta magang. (sumber: kai.id)

Belum lama ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) meresmikan Progam Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB). Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif Kementerian BUMN “BUMN untuk Negeri” melalui Forum Human Capital Indonesia (FHCI). Misi utamanya adalah meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di pasar global.

Bagi KAI sendiri, program ini memberikan kontribusi positif bagi perusahaan. Pasalnya, dengan melibatkan mahasiswa, perseroan akan mendapatkan input berupa masukan, kritik atau saran dari akademisi yang memegang idealisme keilmuan.

Sedangkan bagi peserta magang, PMMB ini tentunya menjadi ajang pembelajaran dan penggalian potensi serta pengalaman dalam bidang industri kereta api. Mereka akan melakukan pemagangan di Balai Yasa KAI selama kurang lebih enam bulan.

Baca juga: KAI Mulai Garap Proyek Reaktivasi Jalur di Priangan Timur Jawa Barat

Dalam acara kick off PMMB, Rabu (13/02) di yang juga dihadiri para Rektor, Wakil Rektor, Ketua Jurusan dan para calon mahasiswa magang bersertifikat, Direktur SDM dan Umum KAI, Ruli Adi menyampaikan agar program ini dapat dioptimalkan.

“Pesan saya, rekan-rekan mahasiswa dapat terus tertib mengikuti hal-hal yang harus dilaksanakan. Semoga program ini bisa memenuhi harapan untuk meningkatkan kompetensi peserta magang menjadi kompetensi yang maksimal,” ungkap Ruli Adi.

Ia juga menambahkan bahwa usai program magang nanti, para peserta akan mendapatkan sertifikat yang nantinya menjadi nilai plus jika mereka melamar kerja di KAI.

“Jika suatu saat KAI membuka lowongan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan, dan teman-teman mahasiswa ingin bergabung dengan KAI paling tidak telah mempunyai pelatihan khusus serta nilai lebih karena telah lulus magang dan mempunyai sertifikat, " lanjutnya.

Ia juga memastikan untuk para pendamping dan pembimbing yang akan menjadi mentor mahasiswa magang agar dapat membimbing peserta dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan work-plan yang telah disiapkan serta mendampingi peserta selama magang berlangsung.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga berpesan agar para pendamping dan pembimbing yang menjadi mentor mahasiswa magang tersebut dapat melakukan tugasnya dengan baik, mengikuti work-plan yang sudah disusun. Dalam program permagangan ini, KAI menjalin kerja sama dengan 16 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

Baca juga: Magang Bersertifkat, Timah Bersinergi dengan 12 Perguruan Tinggi