PP Properti Bikin Usaha Patungan Rest Area Tol Dengan 5 BUMN

PP Properti Bikin Usaha Patungan Rest Area Tol Dengan 5 BUMN
Jembatan Kalikuto Penyambung Jalan Tol Semarang-Batang (Sumber: PUPR)

PT PP Properti Tbk (PPRO) membangun usaha patungan dengan lima perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan pembangunan dan pengembangan tempat peristirahatan dan pelayanan atau rest area pada Jalan Tol Batang- Semarang.

Lima BUMN yang terlibat yakni PT PP Tbk (PTPP) sebagai induk usaha PT PP Properi, PT Jasamarga Properti, PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Perkebunan Nusantara IX dan PT Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nasional Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Sekretaris Perusahaan PPRO Indaryanto mengatakan, pembentukan perusahaan patungan untuk meningkatkan recurring income perusahaan dan perluasan bisnis PT PP Properti di bidang commercial.

"Modal dasar usaha patungan sebesar 63,42 miliar rupiah dan modal yang telah ditempatkan dan disetor sebesar 63,42 miliar rupiah,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Kamis, 10 Januari 2018. 

Dalam usaha patungan tersebut, PTPP yang merupakan induk usaha PT PP Properti, menguasai 32,5 persen dari modal ditempatkan dan disetor setara dengan 20,61 miliar.

Selain itu, PT Jasamarga Properti sebesar 20 persen setara dengan Rp 12,68 miliar, PT Waskita Karya menguasai 20 persen atau setara Rp 12,68 miliar, PT Perkebunan Nusantara IX menguasai 10 persen setara 6,34 miliar rupiah dan PT RNI sebesar 7,5 setara 4,76 miliar rupiah.

PT PP Properti sendiri mengusai 10 persen saham atau setara modal yang ditempatkan 6,3 miliar rupiah. "Sumber dana yang digunakan PT PP Properti adalah kas perseroan," ujarnya. 

Ia menegaskan, terdapat hubungan afiliasi antara PPRO dengan PTPP yang merupakan pemegang saham mayoritas perusahaan. 

"Pembentukan usaha patungan tersebut memiliki dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha emiten atau perusahaan publik dengan meningkatkan pendapatan berkelanjutan," tegasnya.

Baca Juga: PP Properti Bidik Pertumbuhan Laba Sebesar 19%

Jalan tol Batang-Semarang merupakan proyek jalan tol pertama yang menggunakan mekanisme penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII/IIGF) termasuk penjaminan untuk dana talangan dalam rangka pengadaan tanah jalan tol.

Pengusahaan jalan tol Batang-Semarang dilakukan oleh PT Jasamarga Semarang-Batang dengan komposisi pemegang sahamnya adalah PT Jasa Marga (60 persen) dan PT Waskita Toll Road (40 persen) dengan keseluruhan biaya investasi sebesar 11,05 triliun rupiah serta masa konsesi selama 45 tahun sejak penerbitan SPMK.

Jalan Tol Semarang-Batang sepanjang 75 kilometer (KM) terbagi menjadi 5 seksi. Seksi 1 Batang-Tulis sepanjang 3,2 kilometer, Seksi 2 Tulis-Weleri 36,4 kilometer, Seksi 3 Weleri-Kendal 11,05 kilometer, Seksi 4 Kendal-Kaliwungu 13,5 kilometer dan Seksi 5 Kaliwungu-Krapyak 10,1 kilometer.