PLN Terus Kebut Penyelesaian Proyek PLTU Jawa 7

PLN Terus Kebut Penyelesaian Proyek PLTU Jawa 7
Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jawa 7 dengan kapasitas 2 x 1.000 megawatt (MW) berlokasi di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten/Sumber: PJBI

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus mengebut penyelesaian proyek pembangunan PLTU Jawa 7 kapasitas 2×1000 MW. Hal itu ditegaskan oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto W.S, saat peresmian operasi perdana terminal batubara PLTU Jawa 7 di Serang Banten, baru-baru ini.

Menurut Haryanto, peresmian terminal batubara ini menjadi titik krusial dalam percepatan pembangunan PLTU Jawa 7.

“PLTU Jawa 7 merupakan bagian dari perwujudan nyata program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 MW, kita harapkan pengoperasian PLTU Jawa 7 akan menjadi kado bagi masyarakat Indonesia,” kata Haryanto dalam keterangan resmi perusahaan, Kamis (11/7).

Baca juga: PLN Sukses Cetak Laba Rp4,2 T di Triwulan I

PLTU Jawa 7 akan menjadi PLTU Batubara terbesar dan pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi boiler Ultra Super Critical (USC), dengan bahan bakar batu bara Low Rank yang memiliki nilai kalor 4.000 hingga 4.600 kCal/kg, dengan mengkonsumsi sekitar 7 (tujuh) juta ton per tahun bila sudah beroperasi 2 unit.

“Dengan adanya terminal batu bara ini, maka dapat segera dilakukan berbagai rangkaian performance tes seperti Realibility Run Test, Boiler Test hingga mendapat Sertifikat Laik Operasi (SLO), sehingga mempercepat proses menuju COD,” paparnya.

Untuk teknologi USC, menurut Haryanto, dapat meningkatkan efisiensi pembangkit 15% lebih tinggi dibandingkan non USC sehingga menurunkan biaya bahan bakar per kWh.

Selain itu,  PLTU Jawa 7 dalam operasinya menggunakan SWFGD (Sea Water Fuel Gas Desulfurization) sehingga sangat ramah lingkungan karena penyaluran batubara dari tongkang menggunakan coal handling plant sepanjang 4km sehingga tidak ada batubara yang tercecer hingga coal yard.

Diharapkan segala proses pembangunan PLTU Jawa 7 kedepannya dapat berjalan lancar sehingga mendukung PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik pelanggan sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebelumnya PLTU Jawa 7 di groundbreaking pada 5 Agustus 2017 oleh Presiden RI Joko Widodo, hingga saat ini progress pembangunan pembangkit unit 1 mencapai 99,08% per Mei 2019. Nantinya daya pembangkit akan disalurkan untuk memperkuat sistem interkoneksi Jawa-Bali melalui jaringan Suralaya-Balaraja 500 kV.

Pengoperasian PLTU Jawa 7 yang rencananya akan mulai beroperasi secara komersial untuk mendukung pasokan sistem Jawa – Bali pada Oktober 2019 untuk unit 1 dan April 2020 untuk unit 2.

Baca juga: PLN Sukses Listriki Pulau Tolonuo dan Dagasuli