PLN Targetkan 5 Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan di Sulawesi Rampung Akhir Tahun

PLN Targetkan 5 Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan di Sulawesi Rampung Akhir Tahun
Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan di Sulawesi/Sumber: PLN

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bergegas selesaikan 5 (lima) pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang tersebar di Sulawesi Barat, Selatan dan Tenggara di pengujung tahun 2019.

Adapun pembangunan prioritas ini meliputi 5 (lima) jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV) Mamuju Baru – Pasangkayu, Siwa – Palopo, Tanjung Bunga – Punagaya, Kendari – Puuwatu dan 1 (satu) Gardu Induk berkapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) di Topoyo.

“Tol Listrik Sulawesi Tahap I yang telah terinterkoneksi akan segera kita tingkatkan cakupannya mengingat potensi industri di Pulau Sulawesi sangat berlimpah dan tersebar di banyak wilayah,” jelas General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Selatan (UIP Sulbagsel) I Putu Riasa dalam keterangan resmi, Senin 21 Oktober 2019.

I Putu Riasa juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI Kodam XIV/Hasanuddin, TP4D Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan TP4D Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara yang telah sukses mengawal pembangunan Tol Listrik Sulawesi Tahap I sebelumnya.

“Sinergi, dukungan dan doa restu dari segenap masyarakat, pemerintah serta aparat setempat dapat berlanjut selama proses pembangunan,” tambahnya.

Terkait pembangunan prioritas di Sulawesi Barat, PLN tengah membangun jaringan transmisi bertegangan 150 kV sepanjang 363 kilo meter sirkuit (KMS) yang membentang dari Mamuju Baru, Topoyo sampai dengan Pasangkayu.

Berlokasi di Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, pembangunan Gardu Induk Topoyo berkapasitas 30 MVA sudah mencapai progres 70,35%. Percepatan pembangunan ini dilakukan selain dalam upaya mempersiapkan Sulawesi Barat sebagai provinsi penyangga bagi Ibukota Baru Indonesia pada 2024 kelak, namun juga untuk meningkatkan keandalan dan kapasitas bagi Kota Palu dan sisi barat Sulawesi Tengah pasca dilanda bencana gempa, tsunami dan likuefaksi 2018 silam.

Untuk di Sulawesi Selatan, jaringan transmisi bertegangan 150 kV sepanjang 118,78 kms yang terbentang dari Tanjung Bunga sampai dengan Punagaya sedang dalam proses penarikan konduktor. Hal ini senada dengan jaringan transmisi bertegangan 150 kV dari Siwa hingga Palopo yang memiliki lintasan sepanjang 179,42 kms, PLN juga tengah melakukan penarikan konduktor dan pengecekan tiap tower secara paralel.

Sementara itu, di Sulawesi Tenggara, pembangunan jaringan transmisi bertegangan 150 kV dari Kendari sampai dengan Puuwatu sudah mencapai progres sebesar 89,38%.

Saat ini, pembangunannya dalam tahap penarikan konduktor. Perluasan jangkauan Tol Listrik Sulawesi Tahap I menjadi penting bagi pertumbuhan investasi mengingat industri berat, smelter dan produk turunannya semakin menjamur di Sulawesi Tenggara.

Sebagai informasi, Tol Listrik Sulawesi Tahap I sendiri berhasil terwujud pada pertengahan September lalu. Capaian ini ditandai melalui keberhasilan pengoperasian terhadap jaringan transmisi bertegangan 150 kV yang terbentang dari Wotu (Sulawesi Selatan) hingga Kendari (Sulawesi Tenggara).

Baca juga: PLN Bidik Industri Makro dan Mikro di Sulawesi