PLN - Pertamina Teken HoA Pembangunan Infrastruktur LNG Pembangkit Listrik

PLN - Pertamina Teken HoA Pembangunan Infrastruktur LNG Pembangkit Listrik
PLN – Pertamina Teken HoA Pembangunan Infrastruktur LNG Pembangkit Listrik/Sumber: PLN

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) dan Pertamina menandatangani Head of Agreement (HoA) terkait penyediaan pasokan dan pembangunan infrastruktur Liquefied Natural Gas (LNG) untuk pembangkit tenaga listrik milik PLN.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dengan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, disaksikan oleh Menteri ESDM, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, baru-baru ini.

Kerja sama ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam mendorong penggunaan gas untuk pembangkit listrik di Indonesia, selain itu upaya ini dilakukan dalam rangka mendukung gasifikasi yang sedang dilakukan oleh PLN.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri ESDM Nomor 13K/13/MEM/2020 tentang Penugasan Pelaksanaan Penyediaan Pasokan dan Pembangunan Infrastruktur LNG serta Konversi Penggunaan BBM dengan LNG dalam Penyediaan Tenaga Listrik.

Menteri ESDM Arifin Tasrif, yang menyaksikan langsung penandatanganan, menegaskan kerja sama ini akan menekan jumlah impor dan konsumsi BBM sekaligus meningkatkan efisiensi operasional PLN.

“Melalui HoA tersebut, ditargetkan pembangkit listrik berbahan bakar diesel untuk dikonversi menjadi gas bumi dengan total kapasitas sekitar 1,7 Giga Watt di 52 lokasi. Total penghematan dari konversi tersebut sekitar Rp 3,3 Triliun per tahun,” ungkap Arifin Tasrif dalam keterangan resmi Pertamina.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini menyambut baik sinergi yang terjalin. Dari hasil identifikasi yang dilakukan PLN, pemenuhan kebutuhan gas untuk pembangkit listrik, khususnya yang dilakukan gasifikasi memiliki potensi penghematan yang cukup besar, terutama diperoleh dengan mengurangi penggunaan BBM dari 2,6 juta kiloliter (kl) menjadi 1,6 juta kl.

“Bagi PLN, perjanjian ini akan mengurangi pengeluaran, dari Rp16 triliun untuk BBM, menjadi sekitar 12 triliun per tahun untuk gas,” ujar Zulkifli.

Selain gasifikasi, kebutuhan gas PLN juga meningkat dengan akan beroperasinya beberapa pembangkit baru seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Tanjung Selor berkapasitas 15 Megawatt (MW), PLTMG Krueng Raya berkapasitas 50 MW, PLTMG Nias berkapasitas 25 MW, PLTG Gilimanuk berkapasitas 130 MW, PLTMG Sorong berkapasitas 50 MW, dan PLTMG Jayapura berkapasitas 50 MW.

Baca juga: PLN Sukses Operasikan SUTT 70 KV Dukong-Manggar