PLN Bidik Industri Makro dan Mikro di Sulawesi

PLN Bidik Industri Makro dan Mikro di Sulawesi
PLTMG Nii Tanasa 50 MW di Kendari/Sumber: PLN

Tersambungnya ruas transmisi sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi modal kuat bagi PLN untuk membuka peluang investasi bisnis dari pelanggan industri.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar) Ismail Deu menjelaskan, saat ini PLN siap melayani kebutuhan listrik investor di Sulawesi Tenggara.

"Kami siap melayani investor kapan pun, di mana pun, dan berapa pun dayanya. Interkoneksi ini memberi peluang kepada investor untuk berinvestasi tanpa khawatir akan pasokan energi listrik, sistem kami pun semakin andal karena adanya penurunan beban," ucap Ismail dalam keterangan resmi, Kamis 17 Oktober 2019.

Salah satu pelanggan industri makro PLN yaitu PT Ceria Nugraha Indotama, perusahaan tambang yang memiliki smelter nikel, telah menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) layanan khusus Premium Platinum bersama UIW Sulselrabar dengan daya 350 MVA di awal bulan ini.

Selain sektor industri makro, PLN juga menyasar pelanggan industri mikro di Sulawesi Tenggara. Salah satunya konversi energi dari genset ke listrik daya 197 kVA oleh pengusaha penggilingan padi UD Sinar Swastika di Kabupaten Konawe.

“Dengan konversi tersebut pelanggan dapat menghemat biaya produksi sebesar 30-50% setelah beralih menggunakan listrik,” tambahnya.

Sebagai informasi, PLN memproyeksikan pertumbuhan pelanggan besar di Sulawesi Tenggara pada tahun 2025 sebesar 710 MW.

Hingga kini, Provinsi Sulawesi Tenggara telah memiliki empat pelanggan industri yang sudah menandatangani SPJBTL dengan keseluruhan total daya sebesar 634 MVA.

Baca juga: PLN Berhasil Listriki 5 PLTS di Pulau Messa