Phapros Resmi Tercatat di Bursa

Phapros Resmi Tercatat di Bursa
Jajaran direksi PT Phapros (Sumber: Phapros)

Jelang tutup tahun, PT Phapros, Tbk (PEHA) resmi melantai dan tercatat di Bursa Saham Indonesia (BEI), Rabu, 26 Desember 2018. Phapros adalah perusahaan farmasi yang dimiliki Badan Usaha Milik Negara PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI),

Phapros yang menjadi emiten ke-57 atau terakhir yang mencatatkan di bursa pada tahun ini, melepas 840 juta lembar saham modal yang ditempatkan pada harga 1.198 rupiah per lembarnya.

Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami mengatakan, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba sekitar dua digit tahun depan.

Pihaknya, lanjut ia, mengalokasikan anggaran 350 miliar rupiah untuk investasi yang akan digunakan untuk membentuk usaha patungan dengan perusahaan farmasi dari kawasan Asia Tenggara dan akuisisi.

Berdasarkan laporan keuangan audit per September, perseroan berhasil meraih pendapatan sebesar 697 miliar rupiah atau meningkat 8,8 persen dibandingkan dengan pendapatan periode yang sama pada tahun lalu. 

Sedangkan di sisi laba bersih meningkat sebesar 33,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Per September 2018, Phapros telah membukukan laba 96 miliar rupiah.

RNI sebagai induk usaha Phapros, saat ini menguasai saham sebesar 56,6 persen. Sisanya, dari data BEI, dipegang oleh beberapa pihak, diantaranya Masrizal A. Syarif sebesar 9,01 persen yang juga sebagai komisaris perusahaan. Selain itu 34,21 persennya dimiliki publik dengan kepemilikan di bawah 5 persen.

Komisaris Utama Phapros Nanang Marjianto mengatakan, pencatatan di BEI, diharapkan meningkatkan penerapan good corporate governance (GCG) terutama dari sisi transparasi dan akuntabilitas publik.

"Dengan penerapan GCG lebih baik serta didukung citra perusahaan yang meningkat, diharapkan perseroan mendapat maanfaat dari sisi pendanaan pasar modal yang signifikan," katanya. 

Direktur Utama RNI Didik Prasetyo mengatakan, pencatatan saham di BEI diharapkan akan mendongkrak citra perusahaan ke depan.

"Ini menjadi peluang Phapros, membuka akses kepada sumber pendanaan pasar modal yang lebih menguntungkan," katanya. 

PT Phapros semula merupakan bagian dari pengembangan usaha Oei Tiong Ham Corcern dengan nama NV Pharmaceutical Processing Industries. Perusahaan telah memproduksi lebih dari 284 macam obat, sebagian besar diantaranya adalah hasil pengembangan sendiri (non-lisensi) yang diklasifikasi dalam kelompok produk etikal, generic, OTC, dan agromed. 

Tahun 2017 lalu, Phapros mencatatkan penjualan mencapai lebih 1.002 triliun rupiah atau naik 23 persen dibandingkan tahun 2016 yang sebesar 816 miliar rupiah. Kontributor terbesar penjualan Phapros berasal dari segmen OGB di mana kontribusi dari penjualan obat generik tahun 2017 mencapai 521,6 miliar rupiah atau sekitar 52 persen dari total penjualan.

Di sisi laba, 2017 mencatatkan pertumbuhan sebesar 125 miliar atau naik 44 persen dibandingkan tahun 2016 dan ditahun yang sama, melakukan pembagian dividen sebesar 87,7 miliar rupiah atau 70 persen dari laba bersih perusahaan kepada pemegang saham.