Pertamina Terus Gelar Pasar Murah Elpiji Selama Puasa

Pertamina Terus Gelar Pasar Murah Elpiji Selama Puasa
PT Pertamina (Persero) menggelar pasar elpiji murah selama Ramadhan 2019. (Sumber: Pertamina)

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I Branch Riau ternyata kerap menggelar pasar murah untuk elpiji ukuran 3 kg selama Ramadhan 2019. Korporasi tercatat telah melaksanakan operasi pasar murah di 13 pasar untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo, menjelaskan penyaluran elpiji meningkat selama Ramadhan. 

"Selama 1-24 Mei, kami menyalurkan elpiji 3 kg sebanyak 153.000 tabung per hari di daerah Riau. Jumlah ini meningkat empat persen dibanding penyaluran normal," tuturnya.

Di samping menambah pasokan ke pangkalan, penyaluran elpiji juga dilakukan lewat pasar murah. Total terdapat 13 titik, masing-masing dialokasikan sejumlah 560 tabung. Sebanyak total 7.280 tabung elpiji 3 kg disalurkan pada warga.

Baca juga: Jelang Mudik Lebaran, Pertamina Cek Kesiapan Depot LPG Tanjung Perak

"Khusus di Pekanbaru, sudah disalurkan sebesar 26.320 tabung elpiji 3 kg per hari. Peningkatannya sebesar empat persen dibandingkan penyaluran normal," lanjut Roby.

Di sisi lain, penyaluran elpiji nonsubsidi Bright Gas 5,5 kg di Riau juga menunjukkan kenaikan. Sejak awal Mei, sejumlah total 40.727 Bright Gas 5,5 kg disalurkan pada masyarakat. Jumlah ini meningkat lima persen dibandingkan konsumsi normal.

Untuk lebih mendorong penggunaan elpiji yang tepat sasaran, Pertamina mengadakan kegiatan berbuka dengan usaha mikro dan komunitas (BEDUK) Bright Gas. Ini merupakan bagian dari program Satgas Rafi 2019 yaitu Pertamina Melayani, Berbagi dan Mengedukasi.

“Dalam program BEDUK Bright Gas ini, kami bekerja sama dengan Hiswana Migas. Bertujuan lebih mendorong penggunaan elpiji yang tepat sasaran,” ujar Roby. 

Saat ini, perbandingan pangsa pasar elpiji subsidi dengan nonsubsidi mencapai 86 persen berbanding 14 persen. Padahal menurut BPS Riau, jumlah masyarakat miskin hanya 7,21 persen.

Baca juga: Pertamina Investasi Rp27,4 T di 98 Proyek Hulu Migas Dalam Negeri