Pertamina Targetkan Mahakam Kembali Jadi Produsen Gas Terbesar

Pertamina Targetkan Mahakam Kembali Jadi Produsen Gas Terbesar
Rapat Dengar Pendapat DPR, Kementrian ESDM, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) membidik kenaikan produksi gas yang signifikan pada tahun 2019. Jika korporasi sukses meraihnya, maka tak ayal, Mahakam akan menyalip Tangguh yang dikomandoi perusahaan asal Inggris, BP.

PHM adalah anak usaha PT Pertamina (Persero) yang mengelola Blok Mahakam di Kalimantan Timur.

Dalam paparannya di Rapat Dengar Pendapat di DPR, 10 Januari 2019, General Manager PHM John Anis mengatakan produksi tahun ini dipatok 196.000 barel oil setara minyak (BOEPD). Angka ini mengalami kenaikan 31.5% dibandingkan realisasi tahun 2018 sebesar 149.000 BOEPD.

Sementara BP hanya mematok angka produksi 188.000 BOEPD dari Lapangan Tangguh yang diperoleh dari 2 blok, yakni Berau, Muturi dan Wiriagar. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan realisasi 2018 sebesar 192.000 BOEPD.

"Kita akan meningkatkan kegiatan eksploitasi pada tahun ini dengan mengebor 118 sumur," ujar John, sambil menambahkan bahwa angka ini mengalami perubahan dari rencana semula yang hanya mencapai 103 sumur.

Sementara di tahun 2018, korporasi hanya mengebor 63 sumur. Satuan Kerja Khusus Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mencatat, Mahakam hanya memproduksi 832 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada tahun 2018. Angka tersebut jauh lebih rendah dari target sebesar 1.11 miliar kaki kubik per hari (BCFD).

Selain itu, Mahakam diproyeksikan akan memproduksi kondensat sebesar 50.000 barel per hari pada tahun ini. Angka ini melebihi realisasi produksi 2018 sebesar 42.200 bph, kata John.

Pertamina mulai mengelola Blok Mahakam mulai awal 2018, sejak kontrak perusahaan migas Perancis, Total E&P Indonesie, di blok tersebut selesai.  Mahakam pernah menjadi produsen gas terbesar di Indonesia hingga mencapai 2,9 BCFD pada tahun 2009. Namun produksinya mengalami penurunan secara alami akibat usia blok yang sudah semakin tua.

Baca juga: Genjot Produksi, Pertamina Bakal Bor 103 Sumur di Mahakam