Pertamina Tambah 12 Penyalur BBM Satu Harga di Kalimantan

Pertamina Tambah 12 Penyalur BBM Satu Harga di Kalimantan

PT Pertamina (Persero), melalui Petamina Marketing Operation Region (MOR) VI akan menambah 12 penyalur bahan bakar minyak (BBM) untuk program satu harga di Pulau Kalimantan.

Untuk di wilayah Kalimantan, Pertamina mengemban tugas dalam melakukan program BBM satu harga di 15 titik yang tersebar di lima provinsi, yakni Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kalsel, dan Kaltara.

Hingga saat ini, sudah terealisasi sebanyak tiga titik, yakni di Long Apari, Kabupaten Mahakam, Kalimantan Timur, kemudian di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dan Kayan, Kalimantan Utara.

"Kami akan menambahkan penyalur untuk BBM satu harga pada tahun ini," kata Area Manager Communication and Relations Area Kalimantan PT Pertamina Alicia Irzanova, seperti dikutip Wartaekonomi.co.id, Rabu (30/8/2017).

Ia menjelaskan, SPBU merupakan salah satu titik lembaga penyalur dalam program BBM satu harga yang dicanangkan Pemerintah untuk mengupayakan pemerataan biaya di seluruh Indonesia.

Menurut Alicia Irzanova, setelah SPBU Modular di Danau Sembuluh, akan segera beroperasi pula di Kecamatan Paloh dan Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalbar.

Alicia Irzanova menambahkan, upaya Pertamina merealisasikan BBM satu harga di beberapa wilayah sejalan dengan Permen ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) secara nasional. Peraturan ini diberlakukan sejak 1 Januari 2017.

Dalam keterangannya yang dilansir Kompas.com, Alicia Irzanova mengatakan, setidaknya terdapat empat jenis lembaga penyalur BBM yang dapat digunakan untuk menyukseskan program BBM Satu Harga di daerah terluar, terpencil dan tertinggal.

Keempat jenis tersebut adalah APMS, SPBU Modular, APMS Tangki Khusus, dan SPBU Mini. APMS dioperasikan untuk melayani kebutuhan sekitar 40 - 80 KL per hari, dengan bangunan standar sederhana dan menggunakan drum sebagai sarana penimbunan. SPBU Modular dioperasikan untuk melayani kebutuhan sekitar 40 – 200 KL per hari. APMS tangki khusus dengan perkiraan penjualan sebesar 40 – 200 KL dengan penyaluran menggunakan mesin pompa atau sarana lainnya dan sarana penimbunan menyesuaikan dengan volume pengiriman kapal.

Sedangkan untuk SPBU Mini tampak seperti bangunan SPBU yang biasa dijumpai di kota, hanya saja bentuknya lebih sederhana dan jumlah dispenser atau pompa maksimal dua unit dengan perkiraan penjualan di SPBU mini sekitar 100 – 300/KL per hari.

“Keempat jenis lembaga penyalur tersebut digunakan sesuai dengan kondisi atau karakteristik lokasi penyaluran BBM,” ungkap Alicia Irzanova.(DD)