Pertagas Uji Coba Alirkan Gas Perdana ke Kuala Tanjung

Pertagas Uji Coba Alirkan Gas Perdana ke Kuala Tanjung
Pertafas uji coba alirkan gas (Sumber: dok. Pertagas)

PT Pertagas melakukan ujicoba penyaluran gas perdana  ke salah satu konsumen industri di Kuala Tanjung, PT Domas Agrointi Prima. Penyaluran gas oleh perusahaan afiliasi subholding gas PT PGN Tbk dan PT Pertamina (Persero) tersebut bertujuan untuk mendukung Kawasan industri menuju kawasan energi bersih.

“Ini merupakan outlet baru dan sekaligus akan mendukung Kawasan industri Kuala Tanjung menuju kawasan energi bersih,” ujar Corporate Secretary Pertagas, Fitri Erika.

Uji coba tersebut menjadi sebuah pembuktian bahwa subholding gas tetap berkomitmen menyelesaikan tantangan pembangunan infrastruktur migas di tengah pandemi. “Sebelumnya, dua minggu lalu, kami baru saja meresmikan pengaliran gas perdana ke BOB Bumi Siak Pusako,” katanya.

Pada tahap awal, pipa gas distribusi ini akan mengalirkan gas sebesar 1.200 MMBTU ke Domas Agrointi Prima. Namun, jumlah etrsebut akan diperbesar seiring berjalanannya waktu hingga 2028 mendatang.

Pipa distribusi ini memiliki kapasitas alir gas maksimal mencapai 6 MMSCFD. Konstruksi proyek ini juga berhasil diselesaikan lebih cepat dari waktu yang ditargetkan, yaitu 29 Agustus 2020.

“Pada 3 Agustus lalu, konstruksi sudah diselesaikan, dan hari ini kita sudah bisa uji coba alirkan gas,” jelasnya.

Dampak positif dari rampungnya pembangunan pipa gas distribusi Kuala Tanjung adalah potensi meningkatkan utilisasi pipa transmisi ruas Arun-Belawan-Kawasan Industri Medan-KEK Sei Mangke. Selain itu, konstruksi pipa ini memiliki potensi untuk meningkatkan niaga gas di wilayah lainnya di Kuala Tanjung.

Ruas pipa distribusi baru ini  juga diharapkan semakin memperkuat infrastruktur gas di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Kedepannya selain untuk menyalurkan gas ke Domas, pipa gas distribusi ini juga akan mampu memenuhi kebutuhan penggunaan gas di industri lain di wilayah Kuala Tanjung.

Baca juga: Nicke Widyawati Beberkan Alasan Dibalik Lahirnya 5 Subholding Baru Pertamina