Pertagas dan Pemkab Teken MoU Pengembangan Gas

Pertagas dan Pemkab Teken MoU Pengembangan Gas
Pertagas dan Pemkab Teken MoU Pengembangan Gas/Sumber: Pertamina

PT Pertamina Gas dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menandatangani nota kesepahaman bersama di bidang pengembangan usaha gas bumi

Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dilakukan oleh Direktur Utama Pertagas Wiko Migantoro dan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, Jumat 4 Oktober 2019.

"Dengan adanya MoU ini, kedua institusi sepaham untuk menjajaki kerja sama mengembangkan gas bumi dan usaha turunannya," jelas Wiko dalam keterangan resmi, Minggu 6 Oktober 2019.

Baca juga: Pertagas Sabet Penghargaan Pembina Kampung Iklim dari Pemprov Sumatera Selatan

Menurut Wiko, setelah penandatanganan ini, Pertagas akan melakukan langkah sinergi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Salah satu bentuk bisnis turunan pengembangan gas bumi yang potensial dilakukan di antaranya pengoperasian jaringan gas kota dan rumah tangga.

"Apalagi Bojonegoro seperti kita ketahui memiliki potebsi sumber gas bumi yang cukup besar," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Anna Muawanah mengatakan, dengan adanya kesepahaman bersama ini, Pertagas dan Pemkab bojonegoro diharap segera merealisasikan dan bentuk kerja sama yang lebih riil.

"Kami sudah membentuk tim teknis untuk menuangkan poin-poin kerja sama yang lebih detail dan implementatif," ucapnya.

Anna menambahkan, di satu sisi pihaknya akan memberikan dukungan penuh terhadap jalannya operasi bisnis Pertagas di wilayahnya.

"Kita akan terus memberikan dukungan terhadap Pertagas," tegasnya.

Saat ini, Pertagas sebagai bagian dari subholding gas Pertamina memang tengah mengebut penyelesaian salah satu proyek infrastruktur gas bumi di Jawa.

Proyek pipa transmisi gas sepanjang 268 km ini melintas dari Gresik di Jawa Timur hingga Semarang, Jawa Tengah. Salah satu daerah yang dilintasi pipa berkapasitas 500 MMSCFD dengan diameter 28 inci ini termasuk di Kabupaten Bojonegoro.

Proyek ini diharapkan rampung di akhir 2019 dan akan dilanjutkan dengan pembangunan pipa distribusi ke kawasan industri di Kendal dan Demak yang diharapkan bisa beroperasi di awal 2020.

Baca juga: Super Holding BUMN: Sinergi Menuju Daya Saing Global