Perlukah Memata-matai Karyawan Selama WFH dan 7 Tips Agar WFH Produktif

Perlukah Memata-matai Karyawan Selama WFH dan 7 Tips Agar WFH Produktif
Ilustrasi Work from home. Sumber: Unplash.com.

Pemerintah DKI Jakarta telah memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat bencana wabah Covid-19 hingga 19 April 2020. Sebelumnya, masa tanggap darurat tersebut diberlakukan selama dua pekan dimulai dari tanggal 20 Maret hingga 5 april 2020. Dengan demikian, berbagai perusahaan pun akan tetap memberlakukan bekerja di rumah (Work From Home). 

Istilah WFH (Work From Home) mendadak menjadi istilah yang populer di kalangan korporasi di tengah pandemik Covid-19 ini. Bagi sebagian besar perusahaan, penerapan WFH ini adalah sesuatu yang baru, belum pernah mereka terapkan. Pemberlakuan WFH pun bagi sebagian perusahaan terasa mendadak sehingga membutuhkan adaptasi. 

Tidak semua perusahaan telah memiliki perlengkapan yang diperlukan untuk memfasilitasi WFH, seperti laptop, koneksi internet, serta sistem pembagian pekerjaan dan monitoring untuk memastikan produktivitas terjaga. Beberapa bos perusahaan kabarnya ada yang mengecek terus kegiatan karyawan hingga memata-matai apa yang dilakukan karyawannya.

Sebuah artikel di Bloomberg tanggal 27 Maret yang lalu melaporkan meningkatnya penjualan perangkat lunak untuk memata-matai (spy software) yang dipesan oleh para bos untuk memata-matai karyawannya yang WFH. Perangkat lunak ini bisa melacak setiap gerakan keyboard. Dengan login ke situs web yang dikunjungi karyawan, si bos bisa mengetahui apa saja yang diakses oleh karyawan tersebut. 

Panjangnya masa WFH tentu saja membuat para bos memikirkan cara bagaimana agar karyawannya tidak makan gaji buta (gabut) dan tetap produktif. Namun tentunya ada cara-cara yang lebih baik untuk memastikan produktivitas daripada membeli spy software, bukan? Berikut kami sajikan 7 Tips memastikan produktivitas karyawan yang tidak bekerja di kantor yang disarikan dari Inc.com. 

1. Lakukan Check-in Harian

Sebisa mungkin, lakukan ini secara one-on-one, dan dengan video face-to-face. Bisa juga dengan telepon, email, atau Slack. Saat ini banyak perangkat seperti Zoom dan Google Hangout juga mempermudah melakukan meeting secara online. Tujuan melakukan Check-in Harian adalah menyusun agenda dan memberikan feedback yang diperlukan oleh anggota team.

2. Perbanyak Komunikasi

Bagi karyawan yang terbiasa dengan lingkungan kantor, bekerja di rumah lama-lama bisa menimbulkan rasa kesepian. Karena itu dalam masa WFH ini disarankan untuk banyak melakukan komunikasi antar anggota team.

3. Pergunakan Teknologi

Tugas seorang manajer adalah untuk membuat anggota team tetap terkoneksi. Gunakan beberapa perangkat untuk membuat anggota team merasa terhubung. Email, Whatsapp, Slack dan Microsoft Teams bisa digunakan untuk mendukung kolaborasi. 

4. Mengelola Ekspektasi

Bantu team Anda untuk mengetahui apa yang seharusnya mereka kerjakan, dan buatlah ekspektasi yang realistis untuk mereka. Ini termasuk ruang lingkup, tenggat waktu, dan hasil akhir dari setiap tugas dan proyek yang dikerjakan. 

5. Fokus pada Hasil, bukan Aktivitas

Daripada meributkan apa yang dikerjakan atau berapa jam karyawan bekerja, sebaiknya perusahaan berfokus pada hasil dalam mengukur produktivitas anggota team-nya.

6. Perlengkapi Kebutuhan Team

Pastikan anggota team memiliki teknologi dan perangkat yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Perusahaan perlu memastikan perlengkapan seperti laptop, perangkat lunak, perangkat mobile dan koneksi internet dimiliki anggota team yang bekerja di rumah. 

7. Bersikap Fleksibel

Para ahli menyarankan perusahaan bersikap fleksibel dalam hal jam kerja. Berikan kebebasan dan fleksibilitas kepada anggota team untuk mengatur waktu kerja mereka sendiri yang paling produktif. 

Baca juga: Cegah Penyebaran COVID-19, Bank Mandiri Terapkan Work From Home