Perluas Pangsa Pasar, Pegadaian Bersinergi dengan 12 Perusahaan di Surabaya

Perluas Pangsa Pasar, Pegadaian Bersinergi dengan 12 Perusahaan di Surabaya
Pegadaian bermitra dengan 12 perusahaan di Surabaya (Sumber: pegadaian.co.id)

PT Pegadaian (Persero) menjalin kemitraan dengan 12 perusahaan di Surabaya untuk penjualan dan pemasaran produknya. Kedua belas perusahaan tersebut terdiri dari BUMN, UMKM dan perusahaan swasta termasuk juga media. Langkah bisnis ini semakin mengokohkan posisi Pegadaian sebagai pemimpin pasar dalam industri gadai.

Dikutip dari rilis resmi perusahaan, kedua belas perusahaan tersebut di antaranya PT Industri Kereta Api (Persero), PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), PT Nusantara Sebelas Medika (Nusameda) dan erusahaan Umum Badan Urusan Logistik (BULOG).

Kuswiyoto, Direktur Utama PT Pegadaian, dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman mengungkapkan bahwa kemitraan ini merupakan upaya Pegadaian dalam memperbesar kue atau pangsa pasar Pegadaian. Hal ini juga menjadi upaya perseroan untuk meningkatkan inklusi keuangan.

“Pegadaian terus mendapatkan kesempatan untuk membangun bisnis dalam penjualan dan pemasaran produknya, dengan mengoptimalkan kanal distribusi melalui kemitraan ini, sehingga dapat memberikan keuntungan semua pihak," ungkap Kuswiyoto di The Gade Coffee & Gold, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (1/8).

Baca juga: Pegadaian - ASDP Kerjasama Pemasaran & Kanal Distribusi

Pegadaian sendiri selalu melakukan inovasi dalam produknya. Hingga saat ini, produk yang dikelola Pegadaian sangat beragam antara lain Pegadaian Digital Service (PDS), Kredit Cepat Aman (KCA), dan Tabungan Emas.

Masih menurut Kuswiyoto, kerja sama ini akan mendatangkan manfaat bagi kedua belah pihak, terutama bagi karyawan baik itu BUMN, Swasta maupun UMKM. Oleh karena itu, ia berharap agar semua pihak dapat mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki.

“Pada akhirnya (kemitraan) tidak hanya dapat mengembangkan bisnis masing-masing perusahaan, namun juga dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa kedua perusahaan dan lebih jauh lagi juga dapat memberikan kontribusi positif pada negara,” ungkapnya.

Bagi Pegadaian, perusahaan-perusahaan yang diajak bermitra saat ini merupakan sasaran yang strategis untuk pasar Pegadaian.

“Ratusan ribu orang yang bekerja sebagai karyawan BUMN serta puluhan juta yang berprofesi sebagai pengusaha UMKM adalah pasar strategis bagi Pegadaian. Saat ini, industri pasar gadai masih terbuka luas yang belum tergarap, sehingga ini diharapkan memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.

Sebelumnya, perusahaan yang berdiri sejak tahun 1901 ini telah melakukan kerja sama dengan 10 perusahaan BUMN dan asosiasi UMKM. Sepuluh BUMN itu antara lain Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), Askrindo Insurance, PT Balai Pustaka (Persero), PT Pelni (Persero), Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero),

Baca juga: Ini Catatan Apik Pegadaian Hingga Juni 2019