Per 1 April, 2 Bandara AP I ini Resmi Layani Pemeriksaan GeNose untuk Syarat Terbang

Per 1 April, 2 Bandara AP I ini Resmi Layani Pemeriksaan GeNose untuk Syarat Terbang
Pemeriksaan GeNose C-19 (Sumber: dok. AP I)

Angkasa Pura Airports atau AP I akan mulai menggunakan GeNose C19 di bandara-bandara yang dikelolanya. Untuk tahap pertama, GeNose akan digunakan di Bandara Juanda Surabaya dan Yogyakarta International Airport, mulai tanggal 1 April 2021.

Meski sudah diterapkan, AP I tetap meminta agar calon penumpang tidak lantas mengandalkan GeNose semata. Pasalnya, kapasitas pemeriksaan terbatas setiap jamnya.

Dengan keterbatasan tersebut pihak AP I mengimbau agar penumpang bisa memperkirakan waktu operasional layanan, waktu keberangkatan dan layanan GeNose C-19.

"Untuk menghindari penumpukan antrean, calon penumpang yang akan menggunakan layanan GeNose di bandara dianjurkan dapat tiba di bandara 3 sampai 4 jam sebelum waktu keberangkatan," ujar Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi dalam rilis resmi AP I.

Adapun untuk harganya, layanan GeNose C-19 di Bandara Internasional Yogyakarta - Kulon Progo (YIA) dan Bandara Juanda Surabaya (SUB) adalah sebesar 40 ribu rupiah. Dalam satu jam, satu mesin GeNose dalat memeriksa 10-12 kantung udara yang berisi hembusan napas. Selanjutnya, mesin tersebut memerlukan istirahat selama satu jam setelah bekerja selama 8 jam.

Pemerikasaan GeNose di bandara YIA akan dilayani pada pukul 04.00 - 19.00. Adapun mesin GeNose yang disediakan berjumlah 5 unit. 

Dengan begitu, kapasitas pemeriksaan tiap jamnya adalah sebanyak 50 pemeriksaan atau 700 pemeriksaan selama 14 jam waktu operasional. Sedangkan rata-rata trafik keberangkatan di Bandara Internasional Yogyakarta per  harinya sebanyak 1.800-an penumpang. 

Sementara itu, waktu operasional layanan GeNose C-19 di Bandara Juanda Surabaya yaitu pukul 11.00 - 19.00 WIB. Di bandara tersebut disediakan sebanyak 10 mesin GeNose C-19 sehingga kapasitas pemeriksaan tiap jamnya sekitar 100 pemeriksaan kantung udara atau 800 pemeriksaan selama 8 jam waktu operasional. Sedangkan rata-rata trafik keberangkatan di Bandara Juanda per harinya sebanyak sekitar 6.000 penumpang per hari.

"Kami berupaya semaksimal mungkin agar tidak terjadi penumpukkan antrean layanan GeNose C-19 di bandara," lamjut Faik Fahmi.

Adapun prosedur dan alur penggunaan GeNose C-19 di bandara yaitu:
1. Calon penumpang menuju tempat pendaftaran untuk mengambil nomor antrean. Untuk sementara, pendaftaran dapat dilakukan secara manual maupun melalui aplikasi.

2. Calon penumpang melakukan pembayaran di tempat pembayaran yang terpisah dari tempat pendaftaran.

3. Setelah melakukan pembayaran, calon penumpang mengambil sampel napas di bilik yang telah disediakan dekat tempat pembayaran sesuai dengan nomor urut. Adapun sampel napas yang diambil adalah pembuangan napas pada kembusan ketiga. Langkahnya yaitu, penumpang menghirup napas melalui hidung dan membuangnya melalui mulut. Setelah dua kali menghirup napas dari hidung dan membuangnya melalui mulut, maka pada pengambilan napas ketiga, langsung hembuskan ke dalam kantong hingga kantor terisi penuh napas kita. Kemudian kunci kantong agar udara napas di dalam tidak keluar.

4. Calon penumpang menyerahkan kantong udara kepada petugas.

5. Petugas operator GeNose melakukan pemeriksaan kantong udara dengan alat GeNose C-19. 

6. Selama menunggu hasil, calon penumpang menunggu di ruang tunggu pengambilan sampe GeNose C-19. 

7. Calon penumpang dapat mengambil hasil tes setelah petugas akan memanggil nomor urut dan identitas calon penumpang. 

8. Jika hasil tes GeNose positif, maka petugas akan memberikan konsultansi, informasi, dan edukasi tekait hasil pemeriksaan dan menyarankan penumpang untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari serta memberikan surat rujukan atau surat keterangan hasil pemeriksaan untuk dilaporkan calon penumpang ke Puskesmas sesuai domisili. Kemudian petugas keamanan akan mengarahkan calon penumpang untuk meninggalkan bandara dengan tetap melakukan protokol kesehatan 3M dengan benar.

9. Jika hasil tes negatif, calon penumpang dapat melanjutkan proses keberangkatan selanjutnya dengan menunjukkan hasil GeNose C-19 negatif kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk divalidasi. Calon penumpang juga menunjukkan hasil GeNose C-19 yang sudah divalidasi ke petugas maskapai saat proses check in dan boarding.

Beberapa syarat dan prosedur bagi calon penumpang sebelum melakukan pemeriksaan, yaitu:
1. Calon penumpang telah memiliki tiket penerbangan,
2. Calon penumpang harus dalam kondisi sehat,
3. Calon penumpang dilarang merokok, makan, minum (kecuali air putih) selama 30 menit sebelum pemeriksaan sampe napas.  
4. Calon penumpang mendaftar dan membayar sesuai nomor urut di tempat yang telah disediakan.
5. Petugas memberikan kantorng GeNose C-19 pada calon penumpang setelah proses pembayaran.
6. Calon penumpang disarankan untuk melakukan pemeriksaan GeNose C-19 H-1 sebelum keberangkatan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukkan atau kepadatan antrean atau selambat-lambatnya 3 jam sebelum keberangkatan.

Setelah dilakukan simulasi, dapat diperkirakan bahwa waktu layanan pemeriksaan GeNose C-19  yang dibutuhkan calon penumpang sejak pendaftaran hingga menerima hasil berkisar antara 20 hingga 30 menit. 

Baca juga: Mulai 20 Maret Mendatang, Tarif GeNose C19 di Stasiun KAI Naik Jadi Rp30 Ribu