Pentingnya Pemimpin “Showing Up” di Saat Krisis

Pentingnya Pemimpin “Showing Up” di Saat Krisis
Ilustrasi krisis di tengah Pandemi Covid-19. Sumber: Unsplash.com

Munculnya pandemi Covid-19 membawa ancaman krisis di Indonesia maupun di negara-negara lain menjadi semakin nyata. Penyebaran Covid-19 yang sangat cepat dan luas mengancam pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menghadirkan situasi krisis yang memiliki implikasi yang luas. 

Situasi ini diperburuk oleh kenyataan bahwa tidak ada yang tahu kapan krisis ini akan berakhir. Dalam konteks itulah ketahanan bisnis (business resilience) menjadi sangat penting, yaitu bagaimana bisnis dapat beradaptasi dengan perubahan yang cepat. Bagaimana bisnis dapat bertahan dalam situasi krisis, dan bisa cepat pulih kembali bila krisis berakhir. 

Di dalam kondisi krisis seperti ini, peran kepemimpinan menjadi sangat strategis. Pendekatan leadership business yang komprehensif diperlukan untuk survive di era krisis. Demikian disampaikan Mahelan Proboantarikso, Direktur Kepatuhan dan SDM Jiwasraya. Hal itu disampaikannya dalam acara Sharing Session secara online yang diselenggarakan Digital Supply Chain Forum bertajuk Business Resilience during Crisis, Rabu 13 Mei 2020.

Dalam sharing tersebut Mahelan memaparkan ada 3 skenario krisis yang mungkin terjadi di Indonesia. Skenario pertama disebut “New Normal” dimana situasi akan pulih dengan cepat dan orang-orang akan mempraktikkan dan membiasakan cara-cara baru yang akan dilakukan saat karantina. 

Skenario kedua disebut “Disorder” yaitu ketika ketidakteraturan muncul di tengah masyarakat dan pelaku bisnis sebagai respon atas kondisi pandemi yang semakin parah dan kondisi ekonomi yang memburuk.

Skenario ketiga yaitu situasi terburuk, disebut “Survival” dimana pandemi memakan banyak korban, dan kondisi yang sangat buruk dimana sebagian besar pelaku bisnis terpaksa menutup bisnisnya dan menimbulkan kepanikan mendalam dari masyarakat dengan indikator bisnis dan ekonomi yang semakin parah.

(Mahelan Proboantarikso, Direktur Kepatuhan dan SDM Jiwasraya dan Hari Purnomo, Director Indonesia Credit Rating Agency yang menjadi pembicara Sharing Session Digital Supply Chain Forum bertajuk Business Resilience during Crisis, 13 Mei 2020)

 

Mahelan menambahkan, apa pun skenario yang akan terjadi, strategi korporasi saat ini akan mengarah pada Retrenchment (penghematan). Hal ini selain dikarenakan oleh situasi krisis, banyak perusahaan juga sedang mengalami disrupsi dalam menghadapi perkembangan teknologi. 

Di saat seperti inilah dibutuhkan kepemimpinan dalam menghadapi krisis yang menurut Mahelan sebaiknya memprioritaskan 4 hal utama, yaitu: manajemen pendapatan, optimalisasi biaya, manajemen SDM, dan infrastruktur pendukung. Dengan kata lain, dibutuhkan pemimpin yang dapat menjaga sumber pendapatan, mempertahankan pengeluaran yang optimal, mengelola ketidakpastian SDM, dan memastikan kesiapan infrastruktur. 

“Di saat-saat turbulensi yang diwarnai ketidakpastian, pemimpin dapat mempertimbangkan pentingnya “showing up” di saat krisis,” ujar Mahelan.

Dalam saat seperti ini kematangan emosional dari pemimpin itu sendiri dibutuhkan untuk dapat menavigasi perusahaan dengan sukses melalui turbulensi. 

“Pemimpin dapat menunjukkan grounded optimism, atau optimisme yang membumi, yaitu memberi harapan tetapi juga realistis. Menerima kenyataan dan memiliki keyakinan dan harapan bahwa kita akan melalui ini bersama-sama,” ujar lulusan S2 dari Universitas Gajah Mada itu.

Mahelan juga memberikan tips berupa 5C kepada para pemimpin pada saat ini, yaitu: Calm, Confidence, Clarity, Care, dan Consistency. Di saat-saat seperti ini penting bagi pemimpin untuk bersikap tetap tenang (tidak panik), menunjukkan keyakinan dalam tindakan, menunjukkan kejelasan arah dengan membagi action plan yang spesifik, peduli, dan memiliki pendirian yang konsisten sehingga tidak menimbulkan kebingungan. 

Menutup sharingnya, Mahelan menambahkan agar kita tidak hanya melihat krisis ini sebagai bencana (disaster), tetapi juga melihat peluang (opportunity). 

“Pemimpin perlu memperhatikan bagaimana mereka show up dengan grounded optimism,” tutup Mahelan. 

 

Baca juga: Adaptasi Korporasi di Tengah Pandemi