Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Segmen 1 Mencapai 8 Persen

Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Segmen 1 Mencapai 8 Persen
Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A (Sumber: dok. MRT Jakarta)

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar menyampaikan bahwa pembangunan MRT Jakarta Fase 2A segmen 1 Thamrin monas telah mencapai 8,157%. 

"Ditargetkan selesai pada Maret 2025, termasuk sistem perkeretaapian (railway system) dan rel (track) hingga pengoperasian kereta,” ungkap William di acara Forum Jurnalis tanggal 30 September 2020.

Ia pun menyampaikan bahwa pembangunan akan selesai tepat waktu. Saat ini, beberapa progress fisik yang telah dicapai antara lain relokasi pohon, rekayasa lalu lintas di Jalan Thamrin, pembongkaran JPO BI, dan lain-lain.

William juga menyampaikan bahwa proyek MRT Jakarta fase 2 memiliki nilai penting dalam membangun pemulihan ekonomi nasional yang terdampak akibat pandemi. 

“Kita masih on schedule, tidak ada delay, dan sesuai target. Nilai 1,5 triliun rupiah yang diserap tahun ini akan membantu upaya pemerintah untuk mengatasi pemulihan ekonomi nasional," lanjutnya. 

Bagaimanapun juga, proyek ini telah menyerap tenaga kerja dan ahli, melakukan pembelian peralatan konstruksi, serta pembangunan infrastruktur. 

Pembangunan segmen 2 yakni Harmoni - Kota memang sangat terpengaruh Covid-19. Pihak MRT mengaku terus melakukan negosiasi dan mengharapkan dukungan pemerintah Jepang. Perusahaan berharap agar kontraktor Jepang yang ingin berpartisipasi di segmen 2 dapat mendedikasikan effortnya masuk ke paket ini.

 "Dengan begitu proses pengadaannya dapat berjalan dengan baik,” tutur William. 

Dalam forum jurnalis yang digelar secara online pada 30 September 2020, william juga menyampaikan situasi operasional MRT Jakarta saat ini. Menurutnya, Covid-19 telah berdampak pada penurunan jumlah penumpang.

“Sebelum pandemi melanda, pada Januari dan Februari 2020, jumlah pengguna MRT Jakarta rata-rata harian mencapai lebih dari 88 ribu orang. Pada Maret 2020 turun drastic mencapai 45 ribu, bahkan pada Mei 2020 mencapai 1.405 orang,” terangnya. 

Pada September ini, MRT Jakarta mencatat terdapat sektiar 13 ribu orang per hari yang menggunakan MRT Jakarta. Kabar baiknya adalah seluruh stasiun beroperasi dengan selang waktu keberangkatan kereta setiap 10 menit. 

Baca juga: MRT Jakarta Tambah Jam Operasional Hingga Pukul 22.00 Per 3 Agustus 2020