Pelni Bidik Keuntungan Rp200 Miliar Hingga Akhir Tahun 2016

Pelni Bidik Keuntungan Rp200 Miliar Hingga Akhir Tahun 2016

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menargetkan keuntungan sebesar Rp200 miliar hingga akhir tahun ini. Target tersebut naik dua kali lipat dibandingkan dengan capaian pada 2015, yang hanya membukukan keuntungan sebesar Rp100 miliar.

Perseroan optimistis dengan pencapaian target tersebut, karena hingga November 2016, keuntungan yang dicatat Perseroan telah mencapai Rp185 miliar.

“Hingga November terserap sebesar Rp185 miliar. Jadi, tahun ini target Rp200 miliar kemungkinan tercapai. Tahun depan tentu lebih besar dari Rp200 miliar,” kata Direktur Komersial PT Pelni Harry Boediarto, Minggu (4/12/2016).

Laba Rp200 miliar tersebut merupakan akumulasi laba dari anak perusahaan PT Pelni yaitu, RS Pelni, PT Sbn Logistik, dan PT PIDC.

“Soal keuntungan Rp200 miliar itu konsolidasi karena kita ada tiga perusahaan. Misal RS Pelni adalah yang terbaik di dalam pelayanan BPJS, kemudian soal ratio occupancy-nya ada di atas hampir mendekati 100 persen,” kata Harry.

Sementara itu, Pelni juga telah berkerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya seperti PT Sucofindo (Persero) dan PT Pertamina (Persero). Sucofindo bertugas sebagai pemantau atau penghitung bahan bakar minyak (BBM) yang dikirim Pertamina ke kapal sekaligus menghitung berapa nilainya dan mengirimkannya lagi kepada Pelni. Hal tersebut dinilai turut berkontribusi terhadap pengurangan transaksi tunai yang dilakukan Pelni kepada Pertamina.

“Pertamina kita hampir 60 persen pengeluarannya untuk BBM. Makanya di Pertamina kita bikin single account. Selama ini kita ngecer ke mana-mana. Sekarang, Pertamina yang mengisi, kemudian disurvei oleh Sucofindo, hasil survei diserahkan ke Pelni, lalu Pelni membayar langsung ke Pertamina melalui single account tadi,” kata Harry.

Kenaikan keuntungan yang signifikan di 2016 juga didukung karena perbaikan manajemen sistem Perseroan. Keuntungan tersebut juga didapatkan dari program tol laut yang ditugaskan Pemerintah.

“Kita melakukan berbagai efisiensi dalam bisnis, di samping itu juga kita ada penugasan tol laut, perintis dan kapal ternak. Meski begitu, kontribusi tol laut terhadap keuntungan Pelni belum begitu besar karena baru mulai Mei 2016 dengan enam trayek yang kita jalani. Yang diangkut barang dan hewan,” kata Harry. (DD)