Pelindo III Aktif Tingkatkan Kapasitas Pelabuhan Benoa

Pelindo III Aktif Tingkatkan Kapasitas Pelabuhan Benoa
PT Pelindo III (Persero) meningkatkan kapasitas Pelabuhan Benoa di Bali demi mengincar kapal pesiar untuk singgah. (Sumber: Pelindo III)

PT Pelindo III (Persero) aktif meningkatkan kapasitas Pelabuhan Benoa di Bali untuk pelayanan kapal seiring dengan tingginya tingkat kunjungan kapal pesiar. Salah satu upaya yang dilakukan korporasi adalah telah dirampungkannya pengerukan dan pendalaman alur dari minus 9 rata-rata muka air laut (LWS) menjadi minus 12 Meter LWS. 

Adanya pendalaman tersebut akan memungkinkan kapal pesiar dengan lebih dari 350 meter dapat bersandar di dermaga. Padahal sebelumnya kapal pesiar hanya dapat berlabuh di luar alur pelabuhan.

“Serangkaian pengembangan telah dilakukan oleh Pelindo III di seluruh wilayah kerja di tujuh provinsi di Indonesia. Salah satunya di Pelabuhan Benoa. Kami berharap, apa yang telah kami lakukan di Pelabuhan Benoa dapat memberikan inspirasi bagi institusi terkait lainnya dan masyarakat Bali untuk turut mendukung pengembangan dan pembangunan Pulau Bali," jelas CEO Regional Bali Nusra Pelindo III, Wayan Eka Saputra, 13 Juni 2019.

Selain melakukan pengerukan dan pendalaman, perseroan juga memperlebar area untuk berputar kapal (turning basin). Pelebaran tersebut akan memungkinkan kapal yang memiliki radius putar lebih panjang, dapat melakukan manuver dengan aman dari 300 meter sekarang menjadi 420 meter. 

Menurut Wayan, perseroan juga meningkatkan kapasitas gedung terminal penumpang yang semula hanya berkapasitas 900 orang akan diperbesar hingga menampung 3.500 orang. Pembangunan gedung terminal penumpang kapal pesiar di Benoa akan selesai semester dua tahun 2019, Hingga awal Juni progres pembangunan fisik bangunan telah mencapai 79,12%.

Baca juga: Pelindo III Perkirakan Arus Penumpang Lebaran Naik 3%

Menurut catatan Pelindo III, jumlah kunjungan penumpang kapal pesiar pada tahun 2018 tercatat 54.802 orang wisatawan mancanegara, naik 5% dibanding tahun 2017 sebanyak 52.125 orang. Hingga Mei 2019, tercatat jumlah kapal pesiar mencapai 26 unit dengan penumpang sebanyak 24.418 orang wisatawan mancanegara yang telah mengunjungi Bali melalui Pelabuhan Benoa. 

“Target kapal pesiar di tahun 2019 ini sendiri sebanyak 75 unit kapal pesiar,” pungkas Wayan.

Pelindo III berharap, Pelabuhan Benoa bisa menjadi home port cruise di mana kapal pesiar tersebut nantinya tidak hanya transit. Menjadi home port cruise tersebut, lanjutnya, tentunya akan berdampak positif bagi perekonomian di Bali. Saat kapal pesiar bersandar di pelabuhan, maka tentunya bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. 

Seiring pengembangan zona marina untuk kapal wisata, Pelindo III  juga sedang melakukan pengembangan lain di antaranya penataan kembali zona perikanan di sisi barat pelabuhan dan zona BBM-gas dengan curah di sisi timur. 

“Dengan penataan tersebut, kami berharap mendapatkan dukungan dari semua pihak internal maupun eksternal, terutama masyarakat Bali karena kami harus bisa menyandingkan antara industri sektor wisata dan industri perikanan, curah, dan Gas, di mana itu semua untuk mendongkrak ekonomi Bali dan masyarakat pulau dewata,” ujar VP Corporate Communication Pelindo III Wilis Aji.

Perluasan zona perikanan di Pelabuhan Benoa diharapkan dapat menjadi simpul bagi sentral produksi dan industri perikanan di Bali. 

“Kami optimis, dengan pengembangan Pelabuhan Benoa maka salah satu dampak positif yang bisa dirasakan secara langsung adalah lapangan pekerjaan akan bertambah. Sedangkan secara tidak langsung menyumbang pendapatan negara melalui kegiatan ekspor dan impor, dan pada akhirnya ini membawa dampak yang luar biasa bagi perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali,’ papar Wilis. 

Peduli Lingkungan

Selain sebagai agen pembangunan, Pelindo III juga berkewajiban menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Di awal Januari 2019, bersama institusi maritim Pelabuhan Benoa dan warga mengadakan aksi pelestarian lingkungan berupa penanaman 50.000 bibit bakau di kawasan Pelabuhan Benoa. 

“Demi menjaga kelestarian lingkungan, terutama peluasan habitat bakau, Pelindo III kembali mengadakan penanaman tanaman bakau secara bertahap di hutan pesisir kawasan Pelabuhan Benoa. Berikutnya juga akan dilakukan perawatan dan pengawasan, agar dapat tumbuh dengan baik,” ujar Wayan.

Saat ini juga sedang proses pembuatan jalur kanal untuk akses kegiatan nelayan dan pengairan mangrove di sekitar dumping area sehingga nelayan bisa berlayar setiap waktu. Tak ketinggalan juga sedang disiapkan area parkir untuk nelayan, lengkap dengan base camp.

Baca juga: Pelindo III: Arus Penumpang Kapal Laut Meningkat Hingga H+3 Lebaran