Pegadaian Serahkan Bisnis Jual Beli Emas ke Anak Perusahaan

Pegadaian Serahkan Bisnis Jual Beli Emas ke Anak Perusahaan
PT Pegadaian (Persero) menyerahkan bisnis jual-beli emas kepada anak perusahaan, PT Galeri 24/Sumber: Pegadaian

Sebagai wujud kepatuhan terhadap Peraturan OJK No. 31 Tahun 2016, PT Pegadaian (Persero) menyerahkan bisnis jual-beli emas kepada anak perusahaan, PT Galeri 24.

Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero) R. Swasono Amoeng Widodo mengatakan bahwa sesuai Pasal 13 POJK No. 31 Tahun 2016 bahwa lini bisnis yang boleh dilakukan oleh Usaha Pergadaian adalah pemberian pinjaman gadai, fidusia, penitipan barang berharga, dan jasa taksiran. Pergadaian juga diperbolehkan melakukan bisnis jasa berdasar sistem komisi (fee based income) dan usaha lain yang mendapat persetujuan OJK.

Baca juga: Pegadaian Raih Penghargaan The Best Work Place

“Sebelumnya Pegadaian menetapkan tiga lini bisnis utama yakni bisnis pembiayaan, bisnis emas, dan jasa lainnya. Sejak 2018 PT Pegadaian (Persero) mendirikan perusahaan anak PT Galeri 24. Bisnis utama perusahaan anak ini adalah melakukan jual-beli emas baik berupa logam mulia emas batangan maupun perhiasan,” dalam keterangan resmi, Senin 22 Juli 2019.

Menurut R. Swasono Amoeng Widodo, langkah ini juga sebagai upaya korporasi agar perusahaan lebih fokus kepada core business.

Lebih lanjut, Amoeng menyatakan, saat ini Pegadaian mempunyai 3 (tiga) perusahaan anak yakni PT Pesonna Optima Jasa, PT Pesonna Indonesia Jaya, dan PT Galeri 24.

PT Pesonna Optima Jasa bergerak dalam penyediaan barang dan jasa, PT Pesonna Indonesia Jaya bergerak dalam bidang pengelolaan hotel Pesonna dan kafe The Gade Coffe & Gold, sedangkan PT Galeri 24 bergerak dalam bidang jual-beli logam mulia emas batangan maupun perhiasan.

“Jadi persediaan emas Pegadaian dicukupi oleh Galeri 24. Untuk mempermudah akses pembelian emas oleh masyarakat, Galeri 24 membuka outlet penjualan di kafe The Gade Coffe & Gold. Masyarakat dapat menikmati kopi berkualitas sekaligus melakukan investasi dalam bentuk emas,” tuturnya.

Langkah ini diambil perusahaan dalam menanggapi pemberitaan media tentang keanggotaan PT Pegadaian (Persero) dalam Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Bappebti adalah badan yang berada di bawah Kementerian Perdagangan yang melakukan pengawasan dan pengaturan kegiatan perdagangan berjangka di Indonesia termasuk trading forex. Broker yang berfungsi sebagai perantara trader dalam pasar berjangka juga menjadi salah satu objek pengawasan Bappebti.

Baca juga: Pegadaian Imbau Masyarakat Untuk Waspada Penipuan Lelang Online