Pasca Pemberlakuan Tarif Normal, Penumpang MRT Tetap di Atas Target

Pasca Pemberlakuan Tarif Normal, Penumpang MRT Tetap di Atas Target
Penumpang MRT Jakarta tetap melebihi target perusahaan pasca pemberlakuan tarif normal. (Sumber: MRT Jakarta)

Penumpang MRT Jakarta tetap berada di atas target perusahaan pasca pemberlakuan tarif penuh mulai 13 Mei 2019. Jumlah penumpang MRT Jakarta mencapai angka 80.668 orang pada 14 Mei dan 77.696 orang pada 13 Mei, di atas target yang pernah dipatok sebesar 65.000 orang per hari.

“Jumlah pengguna yang tinggi ini menunjukkan kepercayaan publik yang tinggi kepada MRT Jakarta. Dengan pemberlakuan tarif normal ini, MRT Jakarta akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan,” ujar ungkap Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, 15 Mei 2019.

Dari jumlah tersebut, MRT Jakarta mencatat lalu lalang penumpang terbanyak ada di tiga stasiun, yaitu Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Stasiun Lebak Bulus, dan Stasiun Dukuh Atas.

Pemberlakuan tarif penuh ini sudah sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 34 Tahun 2019 tentang Tarif Angkutan Perkeretaapian Mass Rapid Transit dan Kereta Api Ringan (Light Rail Transit) yang menyebutkan tarif minimal Ratangga sebesar 3.000 rupiah dan tarif maksimal sebesar 14.000 rupiah. 

Baca juga: Willy: Dari Rekonstruksi Aceh Jadi Nahkoda MRT

Bersamaan dengan penggunakan tarif penuh tersebut, PT MRT Jakarta juga mengoperasikan 14 rangkaian kereta, dengan tambahan dua rangkaian sebagai cadangan. Kereta tersebut melayani masyarakat sejak pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB setiap hari. 

Kereta yang bernama Ratangga itu juga akan beroperasi dengan selang waktu keberangkatan antar-rangkaian kereta lima menit di setiap stasiun pada waktu sibuk, yaitu 07.00-09.00 WIB dan 17.00-19.00 WIB. Di luar waktu sibuk tersebut, kereta berangkat setiap 10 menit. Selain itu, pada waktu sibuk tersebut, kereta pertama setiap rangkaian dikhususkan untuk penumpang wanita.

Berdasarkan hasil evaluasi operasi komersial selama bulan April 2019 lalu, tingkat ketepatan jadwal keberangkatan dan durasi perjalanan mencapai 99,8 persen. Adapun tingkat penggunaan kereta mencapai 82.000 orang per hari. 

PT MRT Jakarta juga  telah melakukan survei terkait ridership yang melibatkan lebih dari 10.000 responden. Hasilnya, ada empat faktor utama yang mendorong orang ingin menggunakan MRT Jakarta. Pertama, kecepatan perjalanan. Kedua, keandalan ketepatan waktu. Ketiga, kenyamanan perjalanan, dan keempat, kemudahan akses. Dari survei tersebut pula diperoleh nilai sekitar 65 persen responden bersedia untuk beralih menjadi pengguna MRT Jakarta.

Baca juga: Mulai 1 Mei, MRT Jakarta Beroperasi 19 Jam per Hari